Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran menegaskan pentingnya memilih kandidat terbaik dalam pemilu presiden Republik Islam Iran yang kesebelas.
Ayatullah Jannati, khatib shalat Jumat Tehran menyinggung penamaan tahun 1392 Hs dengan Epik Politik dan Ekonomi mengatakan, "Saat ini masalah politik yang paling penting bagi Iran adalah pemilu presiden."
Khatib shalat Jumat Tehran menilai pemilu presiden Iran akan datang bagi rakyat Iran membutuhkan ketelitian dan hati nurani yang tinggi. Ditambahkannya, "Bangsa Iran harus memilih kandidat terbaik untuk menjadi presiden selama empat tahun mendatang."
"Percaya dengan Republik Islam Iran, taat hukum, manajer yang beriman dan bertakwa sebagai syarat bagi presiden akan datang," ujar Ayatullah Jannati.
Kepada para calon presiden Iran yang berbicara tentang menjalin hubungan dengan Amerika demi pembatalan sanksi terhadap Iran, Ayatullah Jannati mengatakan, "Menyerah di hadapan Amerika berarti mereka mereka telah menyerah mutlak."
Pemilu dinilai Ayatullah Jannati merupakan masalah penting Iran dan manifestasi terealisasinya Epik Politik dan menambahkan, "Dengan kerja biasa-biasa saja kita tidak dapat menciptakan epik politik dan harus dilakukan secara bersama-sama untuk menghancurkan konspirasi musuh."
Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, "Presiden Republik Islam Iran akan datang harus memiliki program yang benar dalam mengelola negara, sehingga dapat menembus sanksi sepihak Barat dan menyelesaikan masalah ekonomi."
Di bagian lain dari khutbahnya, Ayatullah Jannati menyebut pemilu Iran adalah pemilu yang bebas dan diikuti oleh pelbagai aliran politik yang ada seraya menambahkan, "Musuh Iran, utamanya Amerika dalam pemilu sebelumnya dengan alasan ada kecurangan berusaha untuk menggulingkan pemerintah, tapi mereka tidak berhasil."
Pada khutbah pertamanya, Ayatullah Jannati menyinggung pentingnya al-Quran dan perintah ilahi di semua tahapan kehidupan dan mengatakan, "Bila manusia mengamalkan perintah ilahi dalam kehidupannya, maka banyak masalah di tengah masyarakat yang dapat diselesaikan."