5 Mei 2013 - 02:09

Dalam pandangan Ayatullah Nuri Hamadani sebagaimana yang disampaikan dalam ceramahnya, bahwa kemisteriusan keberadaan makam Sayyidah Fatimah az Zahra adalah bentuk jihad dan pengorbanan putri Rasulullah Saw tersebut dalam menjaga Islam. Sayyidah Fatimah mewasiatkan agar dimakamkan ditempat yang tidak diketahui banyak orang kecuali keluarga terdekatnya, suami, anak-anaknya dan beberapa sahabat setianya, dengan tujuan untuk menggugah kaum muslimin untuk bertanya ada apa gerangan sehingga hal tersebut dikehendaki oleh Sayyidah Fatimah az Zahra as.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nuri Hamadani, seorang ulama marja taklid pada hari ketiga lawatannya di Provinsi Larestan Republik Islam Iran dalam pertemuannya dengan para petinggi dan staf militer setempat mengucapkan selamat atas peringatan hari wiladah Sayyidah Fatimah az Zahra as sembari mengatakan, "Perempuan muslimah sudah selayaknya dalam banyak hal menjadikan Sayyidah Az Zahra penghulu kaum perempuan alam semesta sebagai teladan dan panutan, terutama dalam hal mendidik anak, dalam hal menjaga kehormatan, hijab dan kemuliaan serta bagaimana berjihad di jalan Allah SWT."

Ulama Marja taklid tersebut menyatakan, kemuliaan, keagungan dan hijab Sayyidah Fatimah az Zahra bagi kaum perempuan adalah sebuah petunjuk, keteladan dan pelajaran besar. Beliau berkata, "Makam Sayyidah Fatimah yang tidak diketahui keberadaannya menunjukkan banyak hal dan pelajaran penting. Dengan ketidak jelasan dimana jenazah insan suci yang menjadi pemimpin kaum perempuan alam semesta ini dimakamkan, akan membuat kaum muslimin sampai kiamat akan bertanya-tanya, mengapa makam perempuan terbaik saat ini menjadi sesuatu yang misterius. Mengapa manusia terbaik dari kalangan perempuan ini tidak diketahui dimana dimakamkan?."

Dalam pandangan Ayatullah Nuri Hamadani sebagaimana yang disampaikan dalam lanjutan ceramahnya, bahwa kemisteriusan keberadaan makam Sayyidah Fatimah az Zahra adalah bentuk jihad dan pengorbanan putri Rasulullah Saw tersebut dalam menjaga Islam. Sayyidah Fatimah mewasiatkan agar dimakamkan ditempat yang tidak diketahui banyak orang kecuali keluarga terdekatnya, suami, anak-anaknya dan beberapa sahabat setianya, dengan tujuan untuk menggugah kaum muslimin untuk bertanya ada apa gerangan sehingga hal tersebut dikehendaki oleh Sayyidah Fatimah az Zahra as.

Pada bagian lain penyampaiannya, ulama hauzah ilmiah Qom Iran tersebut menyatakan, "Sebaik-baik akhlak adalah yang dipelajari dari ibu. Ibu semacam madrasah pertama anak-anak mendapat pendidikan mengenai akhlak dan sikap yang baik, karenanya apapun yang diajarkan seorang ibu pada anak-anaknya akan memberi pengaruh yang besar pada perjalanan kehidupannya selanjutnya. Karenanya sudah selayaknya setiap ibu menuntut banyak ilmu dan pelajaran dari Sayyidah Fatimah bagaimana beliau bersikap dan berakhlak pada anak-anaknya. Bagaimana putri Rasulullah Saw tersebut mendidik putera puterinya. Sehingga kelak akan tercipta generasi-generasi Islam yang kokoh imannya dan besar tekadnya untuk menjaga dan memperjuangan nilai-nilai Islam."

"Hari ini, militer Iran adalah teladan terdepan bagi militer dunia. Akar dari semua ini adalah keimanan, perkhidmatan terhadap wilayah, kecintaan kepada kesyahidan, semangat rela berkorban dan pengabdian yang kesemuanya dipelajari militer Iran dari maktab Sayyidah Zahra as." Lanjutnya.

Ayatullah Hamadani menambahkan, "Di dunia kekinian dalam berhadapan dengan pihak musuh, militer Iran harus memiliki informasi dan pengetahuan mendalam mengenai strategi dan taktik musuh, sehingga bisa dengan mudah menggagalkan upaya-upaya mereka. Termasuk memiliki kesiapan baik secara lahiriah dan ruhiah serta kecintaan yang besar terhadap kesyahidan. Patut untuk selalu dikenang, Provinsi Larestan pada masa perang pertahanan suci menghadapi agresi militer Irak dibawah komando rezim Saddam Husain mencatat sebanyak 500 dari kaum perempuan daerah ini turut bergabung di medan jihad dan mencapai syahadahnya. Fakta sejarah ini adalah kebanggaan bagi provinsi ini. Dan semangat pengorbanan itu tidak akan mungkin lahir tanpa dilandasi pengenalan yang baik dan pengetahuan mendalam mengenai kepribadian Sayyidah Fatimah az Zahra as. Perempuan teladan dan teragung sepanjang masa."