Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, tujuan plot yang memicu krisis di Suriah adalah untuk mengurangi peran negara Arab itu di tingkat regional dan internasional.
"Tujuan di balik apa yang terjadi di Suriah tidak hanya untuk menghapus Suriah dari poros perlawanan.… dapat dengan yakin mengatakan bahwa tujuan dari semua di balik kerusuhan di Suriah adalah untuk menghancurkan negara, bangsa, masyarakat, dan militer Suriah dalam rangka untuk mengubah negara itu menjadi negara gagal yang tidak dapat membuat keputusan mengenai minyak, gas, dan aset-asetnya, " kata Sayid Hasan Nasrullah dalam pidato di Beirut yang disiarkan langsung oleh televisi Alalam, Selasa(30/4).
Ia menambahkan, Barat dan negara-negara Arab tertentu berusaha untuk menghancurkan Suriah supaya dapat mengontrol sumber dayanya dan melemahkan peran Damaskus di kawasan dan arena internasional.
"Negara-negara ini telah mengatakan bahwa Suriah memainkan peran yang jauh lebih besar dari yang seharusnya. Jadi mereka ingin Suriah menjadi rapuh dan hancur…,"ujarnya.
Lebih lanjut Nasrullah mengecam fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama mengenai serangan terhadap para pegawai pemerintah Suriah dan tentara negara itu, karena fatwa-fatwa seperti itu hanya akan menambah pertumpahan darah di Suriah dan mempersulit situasi di lapangan.
Sekjen Hizbullah menandaskan, ada dua pendekatan yang berbeda untuk krisis Suriah: satu pihak mendorong penggulingan pemerintah dan pihak lain bersikeras menyerukan dialog dan solusi politik sebagai jalan bagi Suriah untuk keluar dari krisis.
Menurut Nasrullah, oposisi Suriah tidak cukup berani untuk masuk ke dalam pembicaraan dengan pemerintah Suriah karena mereka takut kemungkinan reaksi dari negara-negara yangmengobarkan kerusuhan di Suriah.
Sekjen Hizbullah mengatakan, fakta bahwa konflik di Suriah telah berlangsung selama dua tahun telah menunjukkan bahwa pemerintah Damaskus tidak dapat dikalahkan dengan cara militer.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad, masih kata Nasrullah, tidak dapat digulingkan oleh agresi militer, dan sekutu-sekutunya akan mencegahnya.
"Suriah memiliki sahabat-sahabat yang tidak akan membiarkannya untuk jatuh ke tangan Amerika Serikat, Israel, atau kelompok takfiri (orang yang percaya bahwa mereka adalah satu-satunya Muslim sejati). Bagaimana mereka akan melakukan hal ini? Saya akan menjelaskan ini nanti, "tandasnya.
"Saya mengatakan ini berdasarkan informasi dan bukan angan-angan," tegas Sekjen Hizbullah.
Terkait penempatan pasukan Hizbullah di desa-desa perbatasan dengan Suriah, Nasrullah mengatakan, pemerintah Beirut tidak dapat memenuhi tugasnya membela warga Lebanon yang tinggal di kota-kota di perbatasan Suriah.
"Kami tentunya tidak akan membiarkan warga Lebanon di pedesaan al-Quseirmenjadi sasaran kelompok bersenjata, dan jika seseorang ingin membantu untuk tinggal di desa mereka, maka kamitidak akan ragu untuk menawarkan bantuan ini," katanya.
Sekjen Hizbullah menuturkan, membela rakyat Lebanon di wilayah al-Quseir tidak memerlukan persetujuan dari pihak manapun.
"Ini adalah masalah moral dan kemanusiaan. Kami tidak berbicara tentang orang-orang dari sekte tertentu tetapi tentang semuawarga Lebanon yang tinggal di pedesaan al-Quseir, "tegasnya.
Dalam pidatonya, Sekjen Hizbulah juga menepis laporan yang mengklaim bahwa pasukan Iran berada di Suriah.