Menurut Kantor Berita ABNA, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat Lebanon dari berbagai kelompok agama maupun lintas mazhab menyatakan tekad untuk bersatu dan menegaskan siap menghadapi pihak dari manapun yang berupaya memecah belah persatuan rakyat Lebanon.
Ribuan warga Lebanon yang berpartisipasi dalam aksi unjuk persatuan tersebut membuat rantai manusia terpanjang dengan saling bergenggaman tangan dan menjadikan bendera Lebanon sebagai simbol pemersatu mereka. Rantai ribuan warga Lebanon tersebut menghubungkan antara dua masjid Sunni dan Syiah yang jaraknya sampai 1 kilo meter tersebut. Masjid sunni 'Al Bastha al Tahta' dihubungkan dengan bentangan tangan ribuan warga Lebanon sampai ke masjid muslim Syiah, 'Imam Ali as'.
Hadir dalam unjuk persatuan tersebut ulama-ulama berpengaruh lintas mazhab, dari Sunni maupun Syiah, juga hadir rohaniawan Kristiani. Lewat aksi tersebut mereka hendak menunjukkan ke seluruh dunia bahwa di Lebanon tidak ada pertikaian antar mazhab maupun antar kelompok. Juga sekaligus menegaskan kepada pihak musuh yang hendak merusak kedaulatan Lebanon bahwa mereka tidak akan mudah terprovokasi dan menjadikan persatuan sebagai senjata pamungkas dalam menghadapi musuh bersama.








