18 Januari 2013 - 14:18

"Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran sampai hari ini, Amerika dan antek-anteknya berusaha merusak kemenangan revolusi tersebut melalui agresi militer, melancarkan propaganda negative mengenai Iran, melalui upaya-upaya kudeta sampai melakukan aksi-aksi terorisme, namun kesemua usaha itu tidak membuahkan hasil apa-apa."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami, Jum'at pekan ini (18/1) bertindak sebagai khatib Jum'at di Universitas Teheran berkenaan dengan hari peringatan wafatnya Imam Hasan Askari yang tahun ini jatuh pada Senin (21/1) yang menandai dimulainya masa keimamahan Imam Zaman Afs menyatakan selamat kepada seluruh kaum muslimin sedunia khususnya umat Syiah yang meyakini keimamahan Ahlul Bait as. Khatib Jum'at Teheran tersebut mengatakan, "Kita meyakini dibawah kepemimpinan Imam Zaman afs setelah kemunculannya dari masa kegaiban akan menciptakan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia. Dan keyakinan mengenai kemunculan Imam Zaman adalah keyakinan seluruh kaum muslimin."

"Memasuki Pekan Persatuan, maka upaya untuk mempererat persatuan kaum muslimin harus lebih gigih lagi diperjuangkan. Sunni dan Syiah harus menyatukan tekad menghadapi musuh bersama, sebab pihak musuh tidak membedakan antara Sunni dan Syiah. Dibagian Selatan Lebanon mereka berperang menghadapi Hizbullah yang Syiah dan di Palestina mereka memerangi kaum muslimin Sunni. Menjalin persatuan adalah diantara bentuk sedekah jariyah yang dalam penggambaran Rahbar adalah sebuah amalan kebajikan yang sangat istimewa dalam Islam." Tambahnya.

Ulama yang juga menjabat sebagai Pengurus Dewan Syura Majma Jahani Ahlul Bait as tersebut kemudian melanjutkan, "Menyambut masuknya peringatan 10 hari kemenangan revolusi Islam Iran, maka bagi mereka yang melihat langsung peristiwa tersebut di hari-hari revolusi pasti tidak akan melupakan kenangan manis tersebut. Hari dimana Shah melarikan diri sehingga kedaulatan negara sepenuhnya di tangan rakyat, hari-hari penantian kedatangan Imam Khomeini dan sampai kemudian revolusi Islam Iran mencapai puncak kemenangannya  tanggal 22 Bahman yang hari itu bunga kemenangan rakyat Iran bermekaran. Kejadian tersebut adalah peristiwa yang menakjubkan dan akan selalu terkenang."

"Sejak saat itu sampai hari ini, Amerika dan antek-anteknya berusaha merusak kemenangan revolusi tersebut melalui agresi militer, melancarkan propaganda negative mengenai Iran, melalui upaya-upaya kudeta sampai melakukan aksi-aksi terorisme, namun kesemua usaha itu tidak membuahkan hasil apa-apa." Tambahnya.

Pada bagian lain khutbahnya, Ayatullah Sayyid Khatami mengecam pembantaian sadis terhadap umat Muslim di Pakistan, Irak dan Suriah seraya mengatakan, "Para kelompok teroris itu mendapat dukungan finansial dan senjata dari Amerika Serikat karena mereka sedang mengupayakan tujuan-tujuan Washington di kawasan dengan melancarkan berbagai tindak kejahatan."

Ayatullah Khatami menambahkan, sejumlah pemimpin negara-negara Arab juga terlibat dalam kejahatan dan peran Amerika Serikat di kawasan dan mereka ikut andil dalam tindak kriminal di Suriah, Irak dan Pakistan.

Namun beliau menegaskan bahwa ketabahan dan perlawanan rakyat di kawasan akan menjadi modal kemenangan mereka dan pada akhirnya musuh semakin dekat dengan kehancurannya.

Ayatullah Khatami menegaskan bahwa imperialisme dunia dan rezim Zionis Israel menentang Islam dan mengkhawatirkan kebangkitan Islam di kawasan, oleh karena itu mereka berusaha merusak persatuan umat Muslim.