Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Ayatullah Ahmad Khatami, khatib shalat Jumat (14/12) Tehran dalam khutbahnya menyatakan, berbagai peristiwa yang terjadi di Suriah adalah kejahatan perang dan pengakuan resmi kepada para pemberontak sebagai aliansi oposisi merupakan pelanggaran nyata HAM.
Ayatullah Khatami mengatakan, "Hal ini membuktikan bahwa Amerika Serikat telah terjun ke kancah sebagai ‘preman'dengan mengatakan; harus kami yang menentukan sehingga kalian (oposisi) dapat bertahan hidup."
Khatib shalat Jumat Tehran menekankan bahwa muqawama bangsa Suriah akan terus berlanjut karena mereka mengetahui bahwa era imperialisme telah berakhir.
Menyinggung pelengkapan senjata kimia untuk kelompok teroris di Suriah, Ayatullah Ahmad Khatami mengatakan, "Kepemilikan senjata kimia oleh kelompok teroris Suriah adalah pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia."
Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Khatami menyinggunggung sanksi musuh terhadap Republik Islam dan mengatakan, "Pada hari ketika musuh-musuh Republik Islam menjatuhkan sanksi, mereka berharap dalam waktu dekat akan menyala lampu hijau di antara masyarakat Iran yang menantikan agresi dari musuh."
"Namun Iran adalah negara Ahlul Bait as. Bangsa Iran lebih memilih bersama dengan pemerintah menghadapi kesulitan namun tidak tunduk kepada musuh, serta terus menunjung tinggi Islam, al-Quran dan ajaran Ahlul Bait as," tegasnya.
Dikatakannya, "Bangsa yang selalu berdiri tegak dan gagah berani akan diberi pertolongan dari Allah Swt."(IRIB)