Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad Selasa malam (4/9) saat diwawancarai chanel 1 televisi Iran dan ditanya mengenai penyelenggaraan KTT GNB ke-16 di Tehran mengatakan, seluruh dunia memahami bahwa KTT yang digelar di fase yang sangat sensitif ini dan waktu yang tepat berhasil digelar dengan sukses.
"Perdamaian permanen dengan partisipasi seluruh bangsa merupakan tuntutan utama manusia sejak awal dan manusia senantiasa mencari perdamaian yang hakiki," ungkap Ahmadinejad.
Ia menambahkan, perdamaian senantiasa mendatangkan ketenangan, kemajuan dan pembangunan. Seluruh kemajuan umat manusia berhasil dicapai dalam kondisi damai.
Menjawab pertanyaan, mengapa perdamaian dunia saat ini terancam, Ahmadinejad mengatakan, faktor utama yang mempengaruhi hal ini adalah sistem manajemen global dan seluruh friksi yang ada kembali kepada masalah ini.
Seraya menjelaskan bahwa manajemen memiliki peran vital dalam menciptakan perdamaian, Presiden Iran ini menambahkan, seluruh bangsa menghendaki perdamaian dan mereka tidak berselisih dalam hal ini, namun perseteruan yang ada terkait manajemen dan kepemimpinan.
Menurut Ahmadinejad, dewasa ini sistem manajemen yang menguasai dunia telah merusak keamanan dan stabilitas global serta memicu melebarnya kemiskinan, dengki, ketidakadilan dan perselisihan. Ditambahkannya, hal ini seluruhnya ditimbulkan dari sistem manajemen yang tak tepat di dunia.
Ahmadinejad menilai monopoli kepemimpinan dan manajemen global serta kerusakan dan arogansi para pemimpin dunia saat ini untuk menguasai negara lain merupakan faktor penting yang memicu ketidakstabilan perdamaian di dunia. "Di mana ada pertarungan dan bentrokan di sana ada satu pihak yang berusaha berkuasa," ungkap Ahmadinejad.
Haus kekuasaan menurut Ahmadinejad sumber dari berbagai pertikaian. Menurutnya, bahkan di dalam negeri kita sendiri pun banyak terjadi pertikaian akibat egoisme dan haus kekuasaan. Ia menyebut struktur dan retorika yang berkuasa di dunia adalah retorika haus kekuasaan. "Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya senantiasa menjadi alat bagi negara-negara arogan dan ini temasuk faktor ketiga yang menyebabkan ketidakstabilan di dunia," tandas presiden Iran.
Ahmadinejad menjelaskan bahwa sistem manajemen global yang rusak ini menyeret manusia ke lingkaran kesulitan dan sistem ini harus segera diperbaiki. Ia menambahkan, kita semua memerlukan perbaikan, namun kadarnya berbeda. Setiap orang sesuai dengan posisi dan kinerjanya harus selalu memperbaiki kinerjanya tersebut.
Presiden Iran mengatakan, reformasi sistem manajemen global harus dilakukan dengan partisipasi umum dan memperhatikan tuntutan berbagai bangsa dunia.