Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Mesir, Muhammad Mursi dalam pidatonya di KTT Gerakan Non-Blok (GNB) Ke-16 di Tehran Kamis (30/8) menyerukan partisipasi aktif dalam manajemen global seraya menekankan pentingnya reformasi dalam struktur Dewan Keamanan PBB saat ini.
Fars News melaporkan, seraya menyampaikan apresiasi kepada Iran atas segala upayanya mempersiapkan pelaksanaan KTT GNB, Mursi mengatakan bahwa konferensi ini digelar di waktu yang sangat penting di saat di Mesir telah terjadi revolusi dan negaranya telah berubah menjadi sebuah pemerintahan baru demokratis dan berundang-undang dasar yang dikelola oleh putra-putri bangsa ini.
Seraya menekankan bahwa GNB saat ini dapat memainkan peran poros di masa-masa menentukan ini, Mursi mengatakan, "Kita harus ikut andil dalam mengatur dunia. Prinsip demokrasi dan partisipasi di sektor politik harus diwujudkan."
Mursi menekankan upaya untuk membangun dunia yang adil serta pentingnya pelaksanaan prinsip demokrasi di seluruh dunia.
Di bagian lain pernyataannya, Mursi menekankan reformasi struktur Dewan Keamanan PBB yang harus diperluas sehingga dapat menjadi perwakilan dunia dengan baik.
Menurutnya, reformasi Dewan Keamanan merupakan langkah awal dari pembentukan sebuah struktur dunia yang adil dan harus berlandaskan pada prinsip pengokohan partisipasi negara-negara berkembang dalam manajemen dunia, dan agar negara-negara tersebut dilibatkan dalam penentuan kebijakan politik, sosial dan ekonomi.
Terkait Suriah, Mursi menjelaskan kesiapan pemerintah Kairo dalam menyelesaikan krisis yang melanda negara itu. Mesir mendukung pelimpahan damai kekuasaan agar Suriah terhindar dari perang sipil. "Pertumpahan darah di Suriah ada di pundak kita semua," katanya. Namun di satu sisi, Mursi menilai perlawanan pemerintah Suriah terhadap kelompok-kelompok teroris bersenjata asing, sebagai aksi penumpasan.
Berbicara mengenai program nuklir, Mursi menilai pendayagunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai hak semua negara anggota GNB dan negara lain di dunia.