8 Juli 2012 - 19:30

"Saya sepakat dengan keputusan FIFA yang menetapkan bolehnya atlit perempuan mengenakan jilbab. Karena jilbab bukan halangan bagi perempuan untuk bisa terlibat dalam olahraga."

Menurut Kantor Berita ABNA, Jacques Rogge ketua Komite Olimpiade Internasional London 2012 ketika dimintai tanggapannya mengenai pengenaan jilbab oleh atlit muslimah di ajang Olimpiade khususnya di cabang sepak bola menyatakan, "Saya sepakat dengan keputusan FIFA yang menetapkan bolehnya atlit perempuan mengenakan jilbab. Karena jilbab bukan halangan bagi perempuan untuk bisa terlibat dalam olahraga." "Keputusan FIFA untuk mencabut pelarangan penggunaan jilbab adalah bukti ketidak berpihakan organisasi tersebut pada agama atau budaya tertentu." Lanjutnya. Ketika ditanya mengenai adanya ancaman teror oleh kelompok-kelompok yang disinyalir bakal melakukan kekacauan pada saat olimpiade berlangsung, ketua komite Olimpade tersebut menyatakan, "Keamanan berlangsungnya pesta olahraga ini adalah fokus utama kami. Dan kami telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mencegah terjadinya kemungkinan buruk. Kami yakin semua pihak akan turut menjaga dan menghendaki suksesnya acara ini, karena ini milik kita semua." Sementara itu sebagaimana dirilis Press TV, Perancis mengatakan tidak akan mengizinkan pemain perempuan untuk mengenakan jilbab, meskipun Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) baru-baru ini menyetujui hal tersebut. Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) mengumumkan bahwa mereka harus menghormati prinsip-prinsip konstitusional dan hukum sekularisme yang berlaku di negara ini dan masalah itu ada dalam undang-undang Perancis. Federasi secara eksplisit akan melarang pemain perempuan mengenakan jilbab.