11 Mei 2012 - 01:39
Kode berita: 314321
"Amar ma'ruf dan nahi mungkar diantara kewajiban Ilahi yang diwajibkan atas kita semua yang mengaku muslim. Jika kewajiban tersebut tidak ditegakkan maka tatanan kehidupan masyarakat yang dicita-citakan Islam tidak akan terwujud."
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Nashrullah Syah Abadi dihadapan sejumlah muballigh menyatakan, "Barang siapa yang menginginkan tegaknya amar ma'ruf dan nahi mungkar maka wajib baginya lebih dulu untuk menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar dalam diri dan kehidupan pribadinya."
Beliau lebih lanjut menyatakan bahwa penegakan amar ma'ruf dan nahi mungkar adalah salah satu diantara keistimewaan mazhab Syiah dan menjadi kewajiban bagi setiap muslim. "Seorang muslim yang menghendaki tegaknya amar ma'ruf dan nahi mungkar wajib baginya mengetahui syarat-syaratnya." Ungkapnya.
Ayatullah Syah Abadi kemudian menjelaskan wajibnya beradab dan melakukan penyampaian secara logis dalam memberikan peringatan terhadap pelaku penyimpangan. "Amar ma'ruf dan nahi mungkar diantara kewajiban Ilahi yang diwajibkan atas kita semua yang mengaku muslim. Jika kewajiban tersebut tidak ditegakkan maka tatanan kehidupan masyarakat yang dicita-citakan Islam tidak akan terwujud." Tegasnya.
Ulama yang mengajarkan akhlak di Hauzah Ilmiyah Qom tersebut dalam lanjutan pesannya menyatakan, "Jika kalian tidak bisa terlibat dalam penegakan amar ma'ruf dan nahi mungkar setidaknya kalian jangan termasuk kelompok yang melakukan kerusakan dan gemar melakukan keburukan dan penyimpangan."
"Penegakan amar ma'ruf dan nahi mungkar yang sesuai dengan aturan Islam yakni berbasis akhlak dan penyampaian yang logis akan memberikan pengaruh yang lebih positif dibanding melakukannya secara serampangan dank eras. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan dan memasukkan kita termasuk diantara orang-orang yang gemar melakukan kebaikan, menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar sehingga tercipta tatanan masyarakat yang berkeadilan." Ucapnya diakhir ceramah.