29 Februari 2012 - 20:30

Puluhan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam tindakan keras pasukan rezim Bahrain yang didukung Saudi terhadap para demonstran damai.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ribuan rakyat Bahrain menghadiri prosesi pemakaman korban terbaru serangan gas air mata beracun terhadap para pemrotes anti pemerintah Manama.

Korban berusia 60 tahun yang diidentifikasi bernama Haji Habib Al-Mulla meninggal  dunia karena asphyxia pada Rabu (29/2), beberapa hari setelah pasukan rezim Al-Khalifa yang didukung tentara Saudi menembakkan tabung gas air mata di rumahnya di kabupaten Sihla, barat daya ibukota Manama.

Pasukan Bahrain sangat bergantung kepada gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan unjuk rasa anti-pemerintah. Sejumlah warga sipil Bahrain, kebanyakan lanjut usia dan anak-anak juga meninggal akibat asphyxia setelah pasukan rezim Al-Khalifa menembakkan gas air mata di wilayah pemukiman dan ke rumah-rumah yang merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional.

Amnesti International memperingatkan tentang penyalahgunaan gas air mata terhadap pengunjuk rasa anti-rezim dan menyerukan penyelidikan atas kematian terkait gas berbahaya tersebut.

Ribuan demonstran anti pemerintah menggelar demonstrasi sejak pertengahan Februari 2011. Mereka menuntut reformasi politik dan monarki konstitusional. Namun reaksi brutal pasukan rezim Manama terhadap pengunjuk rasa menyebabkan tuntutan itu berubah menjadi seruan penggulingan rezim Al Khalifa.

Puluhan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam tindakan keras pasukan rezim Bahrain yang didukung Saudi terhadap para demonstran damai.