13 Februari 2012 - 20:30
Kode berita: 296540
Delegasi Indonesia tampil cemerlang pada Olimpiade Al-Qur'an dan Hadits ke-17 yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Al Mustafa Qom di kota suci Qom Republik Islam Iran, pada 5-6 Februari 2012 dengan menyabet juara I pada tiga cabang lomba.
Menurut Kantor Berita ABNA, ikut sebagai peserta dalam Olimpiade Al-Qur'an dan Hadits ke 17 yang berlangsung selama dua hari 5-6 Februari 2012 di Madrasah Fiqih Fadhil Lankarani di Maidan Muallim Qom Republik Islam Iran, delegasi Indonesia mampu meraih prestasi gemilang. Dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hadiah penghargaan Senin (13/2) Ja'far Hasibuan menyabet juara I Tilawah Putra. Qari Nasional yang juga berprestasi pada MTQ nasional pada Juni 2011 di Banjarmasin tersebut merupakan utusan dari Indonesia asal Sumatera Utara. Sebelum berangkat ke Iran ia sempat melakukan pembacaan Al-Qur'an di Istana Presiden pada peringatan Maulid Nabi Saw.
Tidak hanya itu, delegasi Indonesia lainnya juga mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional dengan menggondol penghargaan juara I hafiz Al-Qur'an 30 juz oleh Rezki asal Palembang. Hj. Sri Wahyuni Qariah asal Samarinda yang sebelumnya pernah meraih juara I MTQ Internasional di Teheran, Iran tahun 2007 kembali mengulang prestasinya pada olimpiade yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Al Mustafa Qom tersebut dengan membawa pulang penghargaan juara I Tilawah Dewasa Putri.
Turut hadir dalam rombongan delegasi Indonesia, Drs. H. M. Tuah Sirait, MA mantan Qari Nasional yang pernah tercatat sebagai juara I MTQ Internasional. Pengajar Lembaga Tahfizul Qur'an Islamic Centre Medan tersebut didaulat oleh penyelenggara sebagai Tim Juri cabang tilawah dan hafiz Qur'an bagian tajwid.
Deputi Urusan Budaya dan Pendidikan Universitas Internasional Al Mustafa Qom, Hujjatul Islam Mohammad Reza Saleh menyatakan, "Olimpiade internasional al-Quran dan hadis ke-17 ini diikuti oleh qari dan qariah dari 40 negara dunia." Acara penutupan olimpiade tersebut dihadiri oleh Hujjatul Islam Mohsen Qaraati yang sekaligus memberikan hadiah penghargaan kepada para juara.
Burhan Anshari salah seorang peserta asal Aceh menyebutkan delegasi Indonesia juga sempat mengadakan pertemuan dengan para Qari se-Iran di kota Masyhad, melakukan ziarah ke makam Imam Khomeini di Teheran termasuk mengunjungi Kashan, kota peradaban tua masa Dinasti Abbasiyah. Alumni IAIN Sumatera Utara yang menyabet juara III Tilawah pada Olimpiade ke 14 tahun 2009 tersebut menyatakan persaingan pada Olimpiade tahun ini sangat ketat. "Sangat membanggakan, utusan Indonesia mampu menyabet juara I pada Olimpiade yang diikuti sampai 40 negara ini," Ujarnya.