12 Oktober 2026 - 23:59
Jenderal Ibn al-Reza Peringatkan Amerika Serikat: Jangan Bermain Api!

Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negaranya bahwa Angkatan Bersenjata Iran memiliki kemampuan militer yang memadai untuk menghadapi berbagai ancaman. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan meminta izin kepada siapa pun untuk mempertahankan identitas dan kedaulatan negaranya.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Brigadir Jenderal Garda Revolusi Islam Sayyid Majid Ibn al-Reza, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan para pimpinan organisasi industri di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Menanggapi ancaman yang berulang kali disampaikan sejumlah pejabat Amerika Serikat, Ibn al-Reza mengatakan bahwa pihak-pihak tersebut keliru apabila menganggap ancaman dapat mengubah sikap Iran.

“Sebagian pejabat Amerika Serikat membayangkan bahwa dengan terus mengulangi ancaman, mereka dapat mengubah tekad kami atau mengintimidasi Republik Islam Iran. Namun, mereka benar-benar keliru,” ujarnya.

Ia menilai bahwa terus diulanginya ancaman lama justru lebih mencerminkan kelemahan kemampuan intelijen dan analisis pihak lawan daripada menunjukkan kekuatan mereka.

Menurutnya, keadaan tersebut bahkan menunjukkan melemahnya kemampuan mereka dalam mengambil keputusan secara rasional.

“Apabila sebuah lembaga intelijen dan analisis mampu memahami serta menilai kenyataan di lapangan secara tepat, tentu mereka tidak akan terus mempertahankan pandangan dan ancaman yang kesalahannya telah berkali-kali terbukti,” katanya.

Ibn al-Reza menegaskan bahwa pihak lawan harus memahami satu kenyataan mendasar, yakni Iran tidak dapat diperlakukan dengan bahasa ancaman.

Menurutnya, Republik Islam Iran tidak menganggap ancaman-ancaman tersebut memiliki nilai strategis yang berarti.

“Pihak lawan harus memahami kenyataan yang sangat sederhana dan jelas bahwa Iran tidak boleh diajak berbicara dengan ancaman. Republik Islam Iran dan sistem perhitungan strategis kami sama sekali tidak memberikan nilai terhadap ancaman mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut tidak memiliki nilai operasional yang nyata dalam penilaian Iran. Menurutnya, pernyataan-pernyataan itu lebih menyerupai pesan atau deklarasi politik daripada ancaman yang didukung kemampuan militer sesungguhnya.

Iran Menilai Kebijakan Amerika Serikat dan Israel Memicu Ketegangan Kawasan

Menyinggung perkembangan di kawasan Asia Barat, Ibn al-Reza menyatakan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan akibat dari kebijakan dan perhitungan keliru Amerika Serikat serta Israel.

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga maupun masyarakat di kawasan dan tidak akan menjadi ancaman pada masa mendatang.

Menurutnya, Iran senantiasa berupaya menjalankan kebijakan luar negeri dengan kebijaksanaan dan pertimbangan yang matang, termasuk membedakan antara negara-negara sahabat dan pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan.

Ia menyatakan bahwa pendekatan tersebut telah berulang kali disampaikan secara jelas, baik melalui pernyataan resmi maupun tindakan nyata dalam berbagai situasi.

Kemampuan Teknologi Pertahanan Iran Diklaim Semakin Maju

Ibn al-Reza juga menegaskan bahwa kemampuan teknologi dan industri pertahanan Iran terus berkembang berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari berbagai konflik sebelumnya.

“Dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi, saya mengatakan bahwa apabila hari ini terjadi perang lainnya, Republik Islam Iran akan menunjukkan kemampuan teknologi yang jauh lebih kuat dan lebih maju dibandingkan peperangan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengkritik pihak-pihak yang berusaha menggambarkan keberlanjutan kegiatan pengembangan teknologi, jalur produksi, serta pabrik-pabrik persenjataan Iran sebagai sekadar narasi atau pemberitaan media.

Menurutnya, kemampuan nyata Angkatan Bersenjata Iran telah terlihat dalam berbagai perkembangan di medan pertempuran.

“Mereka yang berusaha menganggap kegiatan teknologi dan produksi persenjataan kami hanya sebagai narasi media telah melihat sendiri kemampuan angkatan bersenjata kami di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan pertahanan yang selama ini diperlihatkan kepada publik hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kapasitas teknologi dan industri militer Iran.

Menurutnya, pengembangan sektor pertahanan tersebut akan terus berlanjut dengan kekuatan dan kecepatan yang tinggi.

Iran Disebut Semakin Kuat, Bersatu, dan Siap Menghadapi Ancaman

Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran itu menegaskan bahwa negaranya saat ini berada dalam kondisi yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih waspada dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Hari ini Iran lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih sadar dibandingkan masa mana pun dalam sejarahnya,” tegas Ibn al-Reza.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan pertahanan dan teknologi Iran terus mengalami peningkatan seiring berbagai pengalaman serta pelajaran yang diperoleh dari medan pertempuran.

Selain itu, ia menyoroti semakin eratnya koordinasi di antara berbagai tingkatan pemerintahan dan lembaga negara. Menurutnya, saat ini terdapat koordinasi yang menyeluruh dan sangat baik di antara berbagai unsur negara, termasuk dalam proses pengambilan keputusan.

Ia menggambarkan tingkat koordinasi tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat jarang ditemukan. “Negara saat ini bergerak tanpa henti, dengan kecepatan tinggi, semangat yang kuat, serta persatuan dan koordinasi yang menyeluruh,” ujarnya.

Pada akhir pernyataannya, Ibn al-Reza kembali menegaskan bahwa Iran berada dalam kesiapan penuh untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman. Ia menyatakan bahwa kesiapan tersebut didasarkan pada kemampuan dan strategi pertahanan yang dikembangkan secara mandiri.

“Republik Islam Iran mengandalkan tekad, kemampuan, dan kapasitas dalam negerinya sendiri untuk menjamin keamanan serta mempertahankan kepentingan nasional,” pungkasnya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha