Menurut Kantor Berita ABNA, Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam telah berakhir. Pertemuan internasional tersebut telah berlangsung selama 2 hari 29-30 Januari 2012 di Teheran ibu kota Republik Islam Iran. Acara yang dibuka oleh Presiden Iran Ahmadi Nejad tersebut dihadiri lebih dari seribu pemuda dari 73 negara. Para peserta konferensi juga sempat bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei. Pertemuan yang diniatkan untuk lebih memperat hubungan antar Negara muslim tersebut juga bermaksud mencari penyelesaian dari persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi kaum muslimin saat ini, terkhusus mengenai kebangkitan umat dalam menghadapi kezaliman imperialisme Barat. Berikut poin-poin penting yang menjadi kesepakatan dalam konferensi tersebut: 1. Menghidupkan cita-cita Islam berasaskan syariat Islam dan bangsa-bangsa di berbagai negara Islam. 2. Membentuk kekuatan Islam di pergaulan internasional antar bangsa. 3. Membangun peradaban baru yang berasaskan agama, logika, ilmu dan akhlak. 4. Menjalin kerjasama antara aktivis, individu-individu, tokoh-tokoh dan saling berbagi pengalaman antara berbagai pihak. 5. Menentang campurtangan dan pengaruh Negara-negara Barat dalam pembentukan pemerintahan politik yang baru. 6. Memberikan teladan demokrasi Islam sebagai ganti demokrasi barat. 7. Memerangi kezaliman, penindasan dan unilateralisme rezim diktator, kuasa angkuh global dan zionis internasional. 8. Menguatkan motivasi keimanan dan keyakinan diri dalam menghadapi propaganda penjajah.
Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam
Peserta Konferensi Sepakat Bangun Kekuatan Islam
31 Januari 2012 - 20:30
Kode berita: 293951
Pertemuan yang diniatkan untuk lebih memperat hubungan antar Negara muslim tersebut juga bermaksud mencari penyelesaian dari persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi kaum muslimin saat ini, terkhusus mengenai kebangkitan umat dalam menghadapi kezaliman imperialisme Barat.