Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Ali Jum'ah dalam pertemuannya dengan Dr. Mahmud Abbas perdana menteri Palestina menyatakan, "Secara syar'i diam melihat kesewenang-wenangan Israel atas Baitul Muqaddas adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan."
Mufti Mesir tersebut mengatasnamakan Negara-negara Islam dan umat Islam bahwa tindakan penutupan jembatan memasuki masjid Al Aqsa oleh rezim Zionis adalah tindakan terakhir dan tidak boleh lagi lebih dari itu. Sebab menurutnya, Israel dengan paham zionismenya tidak akan pernah bermaksud baik dalam menangani masjid Al Aqsa.
Dr. Ali Jum'ah, ulama mufti Mesir tersebut kembali menegaskan, "Apa yang telah dilakukan rezim Zionis selama ini terhadap al Aqsa dan rakyat Palestina adalah pelanggaran terhadap segala bentuk perjanjian yang telah dibuat dan kesepakatan-kesepakatan internasional."
Beliau menginginkan Israel mendengarkan suara keadilan dan kebenaran yang selama ini disampaikan. "Lebih dari satu milyar penduduk muslim mengutuk dan mengecam aksi-aksi agresif rezim ini terhadap mesjid Al-Aqsa, mereka menentang penguasaan dan pengrusakan salah satu tempat yang disucikan umat Islam."