30 April 2011 - 19:30

Ayatullah Shafi Gulpaigani dengan penentangan beliau atas pembakaran dan perusakan masjid di Bahrain berikut diamnya umat islam Dunia Internasional atas tindakan keji yang telah dilakukan itu menuntut para ulama Islam untuk mengirimkan para peneliti mereka untuk melihat langsung kejadian mengenaskan tersebut di Negara Bahrain.

Menurut kantor berita ABNA, Hadrat Ayatullah Shafi Gulpaigani pada pesan keras yang ditujukan atas pembakaran Qur’an Karim dan perusakan masjid-masjid di Bahrain memprotes dan menuntut kepada seluruh ulama dunia untuk mengirimkan peneliti mereka sebagai pembuktian ke Bahrain. Pada sebagian dari pesannya beliau juga mencela diamnya berbagai Negara  besar, PBB, organisasi-organisasi internasional dan persatuan Negara-negara Islam, beliau menekankan,” Jika umat Islam dengan dibakarnya al-Qur’an oleh seorang pastur Kristen melakukan aksi protes dan rasa berbelasungkawa sekarang ini tentara Ali Khalifah dan Ali Su’ud yang mengakungaku sebagai pengkhidmat Haramain sedang membakar alqur’an-alqur’an di masjid-masjid umat Islam di depan mata umat Islam. Selain itu masjid-masjid pun diruntuhkan, satu sisi Amerika dan para pendukungnya menilai bahwa tindakan ini sebagai tindakan dibawah payung hukum. Organisasi PBB dan pusat perlindungan hak-hak Kemanusiaan dan OKI dengan diamnya mereka telah menunjukkan persetujuannya atas peristiwa tersebut.”

Isi pesan lengkap dari Ayatullah Shafi Gulpaigani sebagai berikut:

 

Dengan  menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyanyang.

Rasulullah bersabda,

«اذا التبست عليكم الفتن كقطع الليل المظلم فعليكم بالقرآن»

 

” Jika datang fitnah kepada kalian seperti gelapnya malam maka bersandarlah kalian pada Al-Qur’an”

Ulama Islam, pencinta perdamaian, pembela hukum dan pembela agama Islam yang mulia, dan penjaga al-Qur’an Majid; Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kembalilah kepada Qur’an dan kita menangis dan bertindak dengan kuasa Allah swt dan Kekuatan-Nya, Negara-negara besar Islam sekarang ini menjadi saksi pergerakan besar kebangkitan Qur’ani Islami untuk melepaskan diri dari penjajahan dan merindukan kemerdekaan. Orang-orang yang ingin pergi dari cengkraman penguasa-penguasa pongah dunia. Suara takbir sudah sampai ditelinga umat islam seluruh dunia. Demonstrasi dan perkumpulan aksi yang dilihat oleh Negara timur dan barat, dan sesungguhnya suara tauhid” Qulu lailaha illallah tuflihu, katakanlah wahai kalian bahwa tiada tuhan kecuali Allah maka kalian akan mendapatkan pertolongan” dapat didengar oleh seluruh penduduk berbagai belahan dunia. Apakah ini tidak cukup untuk menjadi media pemersatu?

Satu sisi Negara-negara syaithani para pembenci keadilan pada zaman ini telah bersama-sama bergandengan. Para penjaganya seperti Amerika dan Negara-negara Eropa didalam penduduk muslim berdiri tegar menghadang pergerakan suci penuntut keadilan tadi.

Mereka menyadari dan memahami arti pergerakan ini sehingga berupaya keras untuk memandulkannya, dengan berlandaskan pada kehinaan dan keangkuhan mereka terus melakukan penekanan, namun dengan pertolongan Allah swt usaha mereka tidak membuahkan hasil dihadapan pergerakan Islami tersebut, mereka nantinya akan dihukumi.

Muslimin Bahrain, kawasan ini yang merupakan kawasan muslim akan menjadi sebuah titik pancar munculnya permulaan matahari Islami, dan dalam pergerakan ini dan juga pergerakan di Dunia Arab yang berupaya menentang kekuasaan arogansi Amerika bersama-sama dalam satu tujuan dan suara menginginkan pemerintahan berkedaulatan rakyat dan berdasarkan keadilan. Mereka menyampaikan aspirasi dengan aksi demonstrasi damai dan jauh dari tindakan fisik merusak. Sosok seperti Ali Khalifah yang cukup berkuasa pada mereka demi menghormati hak-hak masyarakat diundang untuk bisa mendengarkan harapan dan tuntutan masyarakat, sehingga Ali Khalifah mau mengabulkan harapan dan tuntutan islami yang diinginkan masyarakat.

Tetapi arogansi Amerika demi kepentingannya sendiri tidak mau membuang peluang emas, dengan pertemuan rutin menteri pertahanannya dengan Arab Saudi dan Bahrain membawa pemerintahan Ali Su’ud ke Bahrain sehingga bisa mengirimkan angkatan bersenjatanya.

Sampai sekarang tentara yang dikirim sudah berada di Bahrain selama kurang lebih satu bulan, pasukan yang dimanfaatkan untuk mempertahankan pemerintahan Bahrain yang dhalim, dan para tentara Arab Saudi dengan tanpa rasa kasih sayang sedikitpun melakukan pemutusan keturunan dan pembantaian laki-laki dan wanita baik masih belia atau sudah tua, bahkan mereka juga melakukan penganiayaan dan penyiksaan pada para pasien rumah sakit.

Serangan  ke sekolah-sekolah perempuan dan sekolah-sekolah laki-laki terus mereka lakukan, mereka terus melakukan berbagai kriminalitas, anggota yang bergabung disini ini memiliki sisi yang banyak dan bertindak dengan sangat mengerikan.

Apa yang kami tujukan kepada para Ulama berbagai Negara dan berbagai Organisasi yang ada dan juga masyarakat muslim dan masyarakat Qur’ani yang berada di Negara Islam maupun non Islam seperti Mesir Turki, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Afganistan, dan berbagai kawasan Negara yang lain.

Kami nasehatkan  untuk memberikan perhatian kepada penghilangan kemuliaan Qur’an dan Masjid yang dilakukan oleh tentara Arab Saudi dan tentara Ali Khalifah. Mereka telah berani membakar Qur’an dan hampir 30 Masjid besar mereka rusak ratakan dengan tanah.

Ini menjadikan setiap umat Islam tenggelam dalam kesedihan, jika umat Islam  merasa geram terhadap pemabakaran Qur’an oleh seorang pastur Kristen dengan menggelar berbagai aksi protes sekarang ini di Bahrain pasukan Ali Su’ud yang mengaku sebagai pengkhidmat Dua Haram Suci dan Ali Khalifah Qur’an di Kota muslim dihadapan mata umat Islam dibakar, dan masjid-masjid mereka hancurkan, kedatangan Amerika di Bahrain pun dinilai sebagai hal yang telah melalui jalur hukum, sedang Organisasi bangsa-bangsa dan berbagai organisasi hak asasi manusia  hanya diam seribu bahasa menyetujui hal itu. Mengapa masyarakat Islam di Dunia dan petinggi-petinggi masyarakat agamis dan budaya seperti orang(sok) mulia hanya diam semata? Bahkan untuk pembakaran Qur’an dan perusakan Masjid pun mereka tidak tergerak untuk menentang?

Mengapa mereka tidak mengirim utusan untuk menganalisa dan meneliti secara langsung kerugian dan penghinaan ini di Negara Bahrain sehingga bisa melihat dengan jelas dan dekat kebejatan yang sudah dilakukan? Mengapa dalam menjalankan amalan Qurani mereka pilih-pilih?.

Semua organisasi, Masjid, Yayasan sebagai kewajiban agama harus segera mengambil tindakan. Mereka harus mengirimkan bantuan untuk mencegah penghinaan yang dilakukan pasukan Ali Su’ud dan Ali Khalifah pada Qur’an dan Masjid umat Islam ke Negara Bahrain.

Satu harapan kita semoga dipercepat pengiriman bantuan dari berbagai Negara muslim dan pusat keilmuan ke Negara Bahrain, setidaknya menunjukkan aksi penolakan dan pengecaman atas penghinaan besar ini.(*)