Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Makarim Syirasi dalam pernyataannya yang ditujukan kepada ulama-ulama mufti Arab Saudi dan Mesir mengatakan, "Kebangkitan Negara-negara Islam dalam menghadapi kezaliman dan kelakuan orang-orang yang kerjanya hanya melakukan kerusakan di muka bumi, tidak boleh dicegah dengan dalih agama."
"Ulama-ulama Mesir maupun Arab Saudi yang telah mengeluarkan fatwa pengharaman kebangkitan umat Islam di Mesir dan beberapa Negara Islam harus segera mencabut fatwanya. Fatwa mereka justru memberi keuntungan kepada musuh-musuh Islam dan menghentikan kebangkitan umat Islam untuk menggulingkan penguasa-penguasa yang tiran dan zalim." Tegasnya.
Berikut petikan teks pernyataan Ayatullah Makarim Syirasi:
Bismillahirrahmani rahim
Salah satu permasalahan penting yang dihadapi kaum muslimin yang sedang melakukan gerakan perlawanan atas kezaliman di Negara-negara mereka justru berasal dari ulama-ulama besar mereka sendiri. Menurut kabar, sebagian dari ulama Mesir dan Arab Saudi mengeluarkan fatwa pengharaman atas kebangkitan rakyat tersebut dan menyebut para aktivis demonstran sebagai pelaku kerusakan di muka bumi yang justru kebangkitan adalah untuk melakukan perlawanan terhadap pelaku kerusakan di muka bumi.
Penyebab keluarnya fatwa tersebut karena jauhnya para ulama tersebut terhadap umatnya. Mereka sama sekali tidak mengenal umatnya dengan baik, termasuk penderitaan yang mereka alami di bawah pimpinan penguasa yang zalim. Fatwa sesat mereka ini lahir dari pemahaman mereka yang sesat tentang ulil amri. Bagi mereka siapapun bisa menjadi ulil amri, tidak peduli zalim atau tidak. Bayangkan, bagi mereka, Yazid maupun Jengis Khan Mongolia adalah juga Ulil Amri yang wajib ditaati.
Sebagai ulama panutan mereka semestinya mendukung tuntutan umatnya. Fatwa sesat mereka harus dicabut segera dan mereka harus berani menyatakan orang-orang yang mempimpin secara zalim dan tidak becus tidak patut untuk ditaati dan kebangkitan untuk melawan dan menggulingkan penguasa-penguasa yang zalim adalah kewajiban bagi umat Islam. Justru penguasa-penguasa zalim tersebut yang gemar melakukan kerusakan di muka bumi.
Bukankah Allah SWT menyebutkan dalam Al-Qur'an bahwa jika diantara dua kelompok kaum muslimin saling berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika tidak bisa ditempuh jalan damai, maka bantulah mereka yang dizalimi, perangilang mereka yang berbuat zalim?. Apakah penguasa Libiya, Mesir dan Bahrain tidak sedang menzalimi rakyatnya?
Dalam kitab Tarikh Tabari, salah satu kitab sejarah yang masyhur di kalangan Ahlus Sunnah, disebutkan bahwa Rasulullah Muhammad saww bersabda, "Barang siapa yang melihat penguasa yang menghalalkan yang telah diharamkan oleh Allah, menginjak-injak aturan-aturan Allah, menyelewengkan sunnah Rasulullah, dan berbuat zalim kepada hamba-hamba Allah namun tidak mengingkarinya baik secara lisan maupun perbuatan, hari kiamat nanti ia akan dibangkitkan bersama penguasa-penguasa zalim tersebut." (Tarikh Tabari, Jilid 4, hal. 304).
Karenanya, saya meminta kepada ulama-ulama yang telah mengeluarkan fatwa pengharaman atas kebangkitan umat Islam atas perlawanannya terhadap penguasa-penguasa yang zalim untuk segera mencabutnya. Tidak seharusnya ulama menghentikan atau menghalang-halangi kebangkitan umat Islam ini yang pada hakekatnya hanya memberi keuntungan kepada musuh-musuh Islam. Ulama harus bersatu padu dengan umatnya sehingga musuh-musuh Islam tidak dapat mengambil manfaat apapun dari kebangkitan umat ini.