9 Januari 2011 - 20:30

Pimpinan Majelis Perwakilan Irak mengharapkan Menteri Luar Negeri Negaranya agar segera mengurusi empat puluh warga Irak yang di hukum mati di Arab Saudi serta pertukaran tahanan yang masih ada diantara dua negara Tersebut.

 

Menurut Kantor Berita ABNA, Usamah Najifi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Irak yang berkunjung ke Karbala sebagai jawaban atas pertanyaan pemerintah daerah tersebut dia meminta Menteri Luar Negeri negaranya untuk segera menyelesaikan masalah pemenggalan 40 warga Karbala di  Arab Saudi.

Empat  puluh warga sipil Irak yang dihukum mati sebagai bentuk balas dendam akhir-akhir ini di Arab Saudi adalah mereka yang kurang berhati-hati, dimana mereka sebenarnya pergi untuk berdagang dan secara tidak sengaja masuk ke kawasan Arab Saudi, namun pemerintah Kerajaan Arab Saudi setelah awalnya memenjarakan mereka dan kemudian selang dua tahun kemudian memenggal mereka satu persatu.

Abas Hasani sebagai pimpinan kawasan Karbala yang juga merangkap sebagai pimpinan Parlemen Urusan Politik Luar Negeri Irak pada pertemuan dengan Najifi bersama anggota pemerintahan daerah Karbala lainnya serta diantara kerumunan perwakilan para wartawan menyatakan tuntutan atas pembunuhan warganya di negara Arab Saudi.

Hasani berkata,” Ketika kami berhasil menangkap teroris Arab Saudi kemudian kami kembalikan ke Negara mereka. Pemerintah Arab Saudi sebaliknya telah menghukum mati warga Irak dimana penyebabnya tidak lain hanya salah jalan dan ketidaktahuan telah salah masuk ke kawasan negara Arab Saudi. Pimpinan daerah Karbala itu menambahkan bahwa Pemerintah Arab Saudi Harus memberikan pertanggungjawaban dalam hal ini.”

Pimpinan Hak-hak Asasi Manusia Irak juga sudah meminta Dewan Keamanan PBB agar membantu penyelesaian masalah pemenggalan warga Syiah Irak yang dilakukan tanpa proses hukum tersebut. Pemerintahan Arab Saudi sudah melakukan kebohongan dan melarang keluarga yang telah dibunuh itu untuk menemui mereka saat masih ditahan.(*)