Menurut Kantor Berita ABNA, Kamis (29/11) pagi antara pukul 7 hingga 8 di Tehran, serangan teroris ditujukan untuk membunuh dua pakar nuklir Iran yang ditugaskan untuk program nuklir keamanan Iran. Ledakan terjadi dua kali di tempat yang berbeda. Operasi yang dilancarkan kelompok teroris ini, satunya berhasil merenggut nyawa Dr. Majid Shahriari sementara Dr Faridun Abbasi gagal namun sampai saat ini dirawat di Rumah Sakit karena ledakan bom sempat membuatnya terluka.
Ledakan Pertama
Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 7:10 pagi di Bolouevard Artesh. Dr Majid Shahriari terbunuh dan isterinya yang menemani mendapat luka yang sangat parah.
Ledakan Kedua
Ledakan kali ini menyusul kira-kira 20 menit kemudian sekitar pada pukul 7:30 pagi di Maidan Daneshju (Valenjak). Mobil yang dikendarai Dr Faridun Abbasi, dosen Universiti Syahid Beheshti ini meledak ditengah perjalanan. Namun beliau dan isterinya selamat, meskipun harus cidera. Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit.
Modus Operandi Pelaku
Teroris melancarkan operasi mereka dengan mengendari sepeda motor dan mendekati kendaraan yang dikendarai target pembunuhan. Setelah berhasil melekatkan bom, di badan mobil, mereka meledakkan dari jarak jauh dengan remote kontrol.
Biodata as-Syahid Dr Majid Shahriari:
- Pakar nuklir Iran alumni Universititas Amirkabir;
- Penggagas dan praktisi dalam program nuklir aman untuk kegunaan industri dan perminyakan;
- Anggota Syura Melli Sezami (Pusat Radiasi Synchrotron untuk penyelidikan dan aplikasi di Timur Tengah)