Menurut Kantor Berita ABNA, majelis ulama-ulama Hauzah Ilmiyah Qom Iran dalam suratnya kepada syaikh al Azhar menekankan permasalahan dan ancaman yang dihadapi umat Islam di abad ini. Mereka menuliskan, "Musuh-musuh Islam paham dan sadar, bahwa jika umat Islam kembali kepada pondasi agama mereka yaitu akal dan amal, maka kekuasaan berada di tangan umat Islam."
Ayatullah Mizbah Yazdi sebagai pimpinan komunitas ini menyebutkan, "Musuh-musuh Islam senantiasa mencari celah-celah di dalam tubuh umat Islam untuk mereka masukkan konspirasi jahat dan berusaha melakukan segala cara untuk merusak nilai-nilai luhur ajaran Islam."
Pada bagian lain surat tersebut dituliskan, "Adanya kerjasama dan terbentuknya organisasi-organisasi Islam sedikit banyaknya menghambat jalan musuh-musuh Islam. Sehingga upaya mereka adalah merusak hubungan baik yang telah terjalin antara komunitas Islam. Karenanya organisasi-organisasi Islam, pemimpin-pemimpin mazhab dan ulama-ulama Islam harus tetap sadar untuk berusaha memadam fitnah tersebut dan tetap lebih mengutamakan persatuan umat Islam."
"Jama'ah Guru-Guru Hawzah Ilmiyah Qom termasuk sepuluh ulama Marja dan para mujtahid selaku organisasi terkemuka, dengan ini menyatakan terima kasih atas pendirian berharga anda terhadap perpaduan dan sambutan terbuka atas fatwa penting marja Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang tegas mengharamkan penghinaan kepada sahabat dan isteri nabi. Kepada Allah kita memohon taufiq dan bimbingan-Nya."
Organisasi yang beranggotakan ulama-ulama besar dan guru-guru Hauzah Ilmiyah Qom ini pada akhir suratnya menyatakan permohonan kepada pihak Universitas Al-Azhar untuk lebih meningkatkan kerjasama lagi, lebih erat dari apa yang telah terjalin selama ini. Begitu juga kepada komunitas-komunitas Islam lainnya, "Terjalinnya kerjasama yang erat dimaksudkan untuk mewujudkan hubungan ilmiyah antara cendikiawan dan ulama Hauzah Qom dan universitas al-Azhar sehingga diharapkan dapat menjadi garis pertahanan umat Islam. Begitu juga pembentukan masyarakat keilmuan yang membantu kecemerlangan berpikir."