21 Oktober 2026 - 19:05
Pemerintah Harus Berhenti Mengikuti Washington secara Membabi Buta

Mufti Ja'fari Lebanon menilai kondisi kawasan saat ini sangat rumit dan sulit diselesaikan. Ia menegaskan bahwa lembaga eksekutif Lebanon harus berhenti berperan sebagai alat yang mengikuti Washington secara membabi buta agar tidak menjerumuskan negara ke dalam kobaran krisis.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Syekh Ahmad Qabalan, Mufti Ja'fari Lebanon, memperingatkan konsekuensi politik dan keamanan dari sikap mengikuti Amerika Serikat secara membabi buta.

Ia menegaskan bahwa keamanan dalam negeri Lebanon merupakan bagian dari keamanan dan kedaulatan nasionalnya, sehingga tidak boleh dijadikan alat oleh suatu kelompok politik untuk menyeret negara tersebut menuju krisis.

Dalam sebuah pernyataan, Qabalan menyinggung sensitivitas berbagai persoalan dalam negeri Lebanon, khususnya masalah perdamaian dan stabilitas internal.

Ia mengatakan bahwa sebagian pihak harus memahami bahwa Lebanon bukanlah milik pribadi siapa pun. Tidak seorang pun berhak menangani persoalan-persoalan sensitif negara tersebut, khususnya keamanan dalam negeri, berdasarkan kesepakatan keamanan dengan Washington dan Tel Aviv.

Ia menambahkan bahwa keamanan dalam negeri merupakan bagian dari keamanan dan kedaulatan Lebanon. Karena itu, keamanan tidak boleh dijadikan komoditas di tangan suatu kelompok yang justru membawa negara menuju jurang kehancuran.

Menurutnya, lembaga eksekutif telah menjauh dari tanggung jawab pertahanan dan kedaulatannya serta mengaitkan kepentingan yang berkaitan dengan tanggung jawab tersebut dengan permainan destruktif di tingkat internasional dan dalam negeri.

Tindakan tersebut dinilainya sebagai upaya menutupi kegagalan dalam bidang kedaulatan dengan cara merusak keamanan dalam negeri Lebanon.

Mufti Ja'fari Lebanon juga menekankan kedudukan perlawanan dalam sistem keamanan negara tersebut.

Ia mengatakan bahwa dari sudut pandang ini, perlawanan dan persenjataannya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan nasional dan pertahanan kedaulatan Lebanon.

Karena itu, setiap tindakan yang menyerang perlawanan dan persenjataannya dianggap sebagai serangan terhadap inti kedaulatan dan keamanan nasional negara tersebut.

Qabalan menyerukan agar keamanan dalam negeri Lebanon dilindungi dari tindakan-tindakan penuh risiko yang dilakukan sebagian pihak serta dari kepatuhan membabi buta terhadap Washington.

Ia menambahkan: “Sebagian orang yang berpandangan ekstrem mengira bahwa mereka dapat menuliskan sejarah sesuai dengan keinginan mereka dan menjadikannya sesuatu yang dapat dijual. Padahal, pada kenyataannya, mereka sedang menuliskan sejarah bunuh diri Lebanon.”

Selanjutnya, ia menyerukan kepada kekuatan-kekuatan politik agar segera menjalankan peran nasional mereka dan memperingatkan konsekuensi dari setiap bentuk konflik dalam negeri.

Menurutnya, berkobarnya api perselisihan internal akan mengancam seluruh Lebanon, terlebih ketika kobaran krisis regional dan internasional terus meluas dan berpotensi mencakup seluruh kawasan Timur Tengah.

Qabalan menilai situasi kawasan saat ini sangat rumit dan sulit diselesaikan.

Ia kembali menegaskan bahwa lembaga eksekutif Lebanon harus berhenti berperan sebagai alat yang mengikuti Washington secara membabi buta agar tidak membiarkan negaranya terbakar dalam kobaran krisis.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha