Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Alawi Gurgani dalam pertemuan dengan para imam sholat Jum'at negara Iran dengan menekankan pada masalah ketaqwaan menjelaskan, ”Para Imam Jum’at memiliki kedudukan penting di mata masyarakat walau begitu mereka harus tetap siap menerima kritikan dan jangan sampai lupa pada Allah SWT." Beliau menambahkan bahwa tugas seorang muballigh adalah menyampaikan hukum-hukum Allah jadi tidak boleh sombong dan lupa diri karena jika demikian maka termasuk orang-orang yang sesat. Dengan mengisyaratkan pada salah satu hadist nabi saaw berkata bahwa ilmu dan amal para ulama harus seimbang. Ilmu jangan hanya berhenti pada ucapan semata karena pada konsisi ini akan merusak masyarakat.
Ayatullah Al Uzma Alawi Gurgani pada bagian lain dari ceramahnya mengisyaratkan pada apa yang disampaikan Rahbar bahwa tanggung jawab para Rohaniawan jauh lebih berat dari sebelumnya, karena masyarakat menilai para rohaniawan sebagai hujjah dan tauladan, mereka juga senantiasa melihat apa-apa yang dilakukan para rohaniawan diberbagai medan jadi setidaknya rohaniawan jangan sampai melakukan sesuatu yang membahayakan revolusi Islam.
Beliau juga berkata, ”Perilaku para penceramah harus baik dan bisa dicontoh jadi ketika dia meninggalkan tempat berceramah yang teringat dalam benak masayarakat hanya kebaikan semata, selain itu dimata mereka hanya memberikan dampak yang positif.”
Diakhir khutbahnya beliau menyampaikan,”Sekarang tugas para rohaniawan adalah menyebarkan agama karena berkat revolusi segala fasilitas untuk itu sudah tersedia dengan baik.“ (*)