25 September 2010 - 20:30

Sebagai tindakan balasan atas tragedi gedung kembar WTC 11 September 2001 silam, beberapa kelompok Kristen radikal melakukan pembakaran terhadap Al-Qur’an yang mereka tuding sebagai kitab yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan tindakan-tindakan teror dan kebiadaban. Pembakaran dan penghinaan terhadap Al-Qur’an yang mereka lakukan justru menjadi bumerang, dengan berbondong-bondongnya warga AS mengenal dan masuk kedalam Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, dinukil dari media perss di AS, setelah seruan pembakaran Al-Qur’an dari gerejawan di Florida dan penghinaan terhadap Al-Qur’an justru memancing warga AS untuk penasaran terhadap Al-Quran dan berusaha mengenalinya. Untuk kota Washington saja ibukota AS telah tercatat 180 penganut Kristen masuk Islam dengan sukarela. Muhammad Nashir, ketua perhimpunan Islam Washington mengabarkan, “Semenjak adanya seruan pembakaran Al-Qur’an oleh gerejawan Florida dan penolakan pembangunan masjid di New York, Islam jadi lebih dikenal dan sampai sekarang telah ada 180 orang yang baru masuk Islam di kota Washington.

Beliau melanjutkan, “Dari 12 tahun yang lalu, setiap tahunnya di AS dibangun 100 buah masjid, sehingga total masjid di AS sampai saat ini ada sebanyak 1200 buah. Ini menunjukkan perkembangan Islam yang sangat pesat di AS.”

“Ini adalah mukjizat dari Allah. Semakin Islam diserang dengan propaganda negatif, justru Islam semakin berkembang di negara ini.” Katanya lagi.  

Diantara penyebab pesatnya perkembangan Islam di AS, menurut penjelasan Nasir, setiap muallaf, mereka yang baru menjadi muslim, begitu sangat bersemangat memperkenalkan Islam sebagai agama yang baru dipeluknya. Dengan sendirinya para muallaf itu menjadi muballigh-muballigh baru, yang mendakwahkan Islam ke seantero AS bahkan dunia.