Menurut Kantor Berita ABNA, Kerajaan Arab Saudi yang saat ini didominasi oleh ulama Wahabi pernah dikenal sebagai Hijaz yang merupakan tempat turunnya wahyu. Meskipun negara ini telah banyak mencetak kitab suci al-Quran dibawah pengelolaan kerajaan, namun dalam menyikapi kasus pelecehan dan penghinaan Al-Qur’an oleh beberapa warga AS, ulamanya masih juga berdiam diri dan belum mengeluarkan pernyataan kecaman apapun.
Berdasarkan fakta-fakta dan data-data yang ada, pelaku terorisme di Irak, Afghanistan, Pakistan dan India mendapat suplai dana dari Arab Saudi. Bahkan yang menjadi korban teror mereka justru umat Islam sendiri, bukan musuh-musuh Islam. Ulama Saudi juga pernah secara langsung mendukung Israel dengan mendoakan kekalahan angkatan militer Hizbullah. Begitu juga fatwa pelarangan dan pengharaman demonstrasi anti AS dan anti Israel yang pernah dikeluarkan oleh majelis ulama Saudi.
Diamnya negara Saudi dan ulama-ulamanya dalam kasus pembakaran al-Quran kembali menjadi bukti bahwa kerajaan Saudi pro Zionis dan mendukung program anti Islam Amerika Serikat.