Kantor berita ABNA melaporkan, Seorang warga negara Amerika yang bernama Rimond Eril Neil (29 tahun) sejak bulan Maret namanya tercantum dalam list orang-orang yang dilarang terbang kembali dari Kolumbia ke Amerika. Kementrian Penghakiman Amerika hingga kini tidak memberikan tanggapan apapun. Deen Bovyd, jubir Kementrian Penghakiman Amerika berkata: sesuai dengan undang-undang FBI dan Kementrian Penghakiman, kita tidak bisa berkata “ya” atau “tidak” tentang dicantumkannya nama seseorang dalam list tersebut. Permusyawaratan Hubungan Islam – Amerika mengabarkan bahwa Neil ingin pergi ke pusat Meksiko namun mendapatkan perilaku tak baik di perbatasan dan dikembalikan ke Kolumbia. Aktifis pembela hak-hak Muslim Amerika menambahkan: semenjak turun dari pesawat, Neil diintrogasi polisi setempat tentang ke-Musliman-nya selama 15 jam. Kelompok aktifis tersebut menuntut Kementrian Pengadilan untuk menyelesaikan permasalahan ini secepatnya karena kebijakan tersebut tidak memiliki alasan yang tepat.
17 Juli 2010 - 19:30
Kode berita: 188445
“Sebuah kelompok aktifis pembela hak-hak Muslim di Amerika pada hari Jumat mengumumkan bahwa negara ini telah mengasingkan penduduknya karena memeluk agama Islam.”