12 Oktober 2026 - 18:36
Bernie Sanders: Trump adalah Presiden Paling Berbahaya dalam Sejarah Amerika Serikat

Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, melontarkan kritik keras terhadap Donald Trump dan berbagai kebijakan pemerintahannya. Ia menuduh Presiden Amerika Serikat tersebut tidak menghormati konstitusi maupun supremasi hukum. Sanders juga menyerukan agar dominasi Partai Republik di Senat diakhiri sebagai langkah untuk menghadapi kebijakan pemerintahan Trump.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Senator Amerika Serikat Bernie Sanders dalam pidato kampanyenya menyebut Donald Trump sebagai presiden paling berbahaya dalam sejarah Amerika Serikat. Sanders mengatakan bahwa Trump tidak menghormati konstitusi dan tidak menunjukkan komitmen terhadap supremasi hukum.

Ia bahkan menggambarkan Trump sebagai sosok yang memiliki kebiasaan berbohong secara patologis dan bersifat narsistik. Sanders juga menyebut pemerintahan Trump sebagai pemerintahan paling korup dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Senator tersebut menyatakan bahwa kebijakan Trump bertujuan melindungi kepentingan kelompok masyarakat terkaya di Amerika Serikat, sementara keluarga-keluarga pekerja harus menanggung berbagai kesulitan dan penderitaan, mulai dari Negara Bagian Maine hingga wilayah-wilayah lain di negara tersebut.

Ia menegaskan bahwa apabila masyarakat sepakat dengan penilaiannya, mereka tidak seharusnya membiarkan Senat Amerika Serikat terus berada di bawah kendali Partai Republik.

Sanders menjelaskan bahwa dalam struktur kekuasaan Senat, partai yang memegang mayoritas memiliki kewenangan untuk mengendalikan agenda pembahasan, menentukan waktu pemungutan suara, serta menguasai berbagai komite di lembaga tersebut.

Menurutnya, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik pada praktiknya telah berubah menjadi lembaga yang sekadar menyetujui kebijakan Trump, sehingga tidak mampu menjadi penghalang yang berarti terhadap berbagai tindakan pemerintahannya.

Pemilihan Senat di Maine dan Masa Depan Politik Amerika

Menyoroti pemilihan anggota Senat di Negara Bagian Maine, Sanders mengatakan bahwa persaingan tersebut bukan sekadar persoalan perbedaan pandangan antara Troy dan Susan Collins. Menurutnya, hasil pemilihan itu juga dapat memengaruhi komposisi kekuatan politik di Senat serta masa depan politik Amerika Serikat.

Sanders mengingatkan bahwa Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi di Senat, sementara Partai Demokrat memiliki 45 kursi. Adapun dua senator independen, termasuk Bernie Sanders dan Angus King, memiliki kecenderungan politik yang sejalan dengan Partai Demokrat.

Kritik terhadap Kebijakan Kesehatan dan Keringanan Pajak bagi Kelompok Kaya

Dalam bagian lain pidatonya, Sanders mengkritik undang-undang yang dikenal sebagai One Big Beautiful Bill atau “Undang-Undang Besar dan Indah”. Ia mengatakan bahwa undang-undang tersebut telah menyebabkan sekitar 15 juta warga Amerika kehilangan perlindungan asuransi kesehatan. Selain itu, menurutnya, jutaan warga lainnya juga menghadapi kenaikan premi asuransi kesehatan.

Sanders menyatakan bahwa pemotongan anggaran program Medicaid dan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act) telah membuka jalan bagi pemberian keringanan pajak sekitar satu triliun dolar AS kepada satu persen kelompok masyarakat terkaya.

Sanders Sebut Perang Amerika terhadap Iran Ilegal

Sanders juga mengecam perang Amerika Serikat terhadap Iran, yang menurutnya merupakan tindakan ilegal dan bertentangan dengan konstitusi Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa peperangan tersebut telah mengakibatkan kematian 19 personel militer Amerika Serikat dan ribuan warga sipil di Iran serta wilayah-wilayah lainnya.

Menurut Sanders, perang tersebut juga telah membebani Amerika Serikat dengan pengeluaran hingga ratusan miliar dolar. Ia mengaitkan meningkatnya harga bahan bakar dan bahan pangan dengan dampak peperangan tersebut, serta menyerukan agar perang segera dihentikan.

Kritik terhadap Kebijakan Iklim dan Imigrasi

Senator Amerika Serikat itu turut mengkritik kebijakan pemerintahan Trump dalam menghadapi perubahan iklim dan persoalan imigrasi. Sanders menyinggung semakin meluasnya kebakaran hutan, kekeringan, dan kenaikan suhu sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia mengatakan bahwa Trump justru memandang perubahan iklim sebagai sebuah kebohongan yang dikaitkannya dengan China. Dalam persoalan imigrasi, Sanders juga mengecam tindakan Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (Immigration and Customs Enforcement atau ICE).

Ia menuduh lembaga tersebut melakukan berbagai tindakan yang tidak terkendali, termasuk tindakan yang menyebabkan kematian warga tidak bersalah, penahanan anak-anak, serta terciptanya suasana ketakutan di berbagai komunitas masyarakat.

Sanders menegaskan perlunya reformasi imigrasi secara menyeluruh untuk mengatasi persoalan tersebut.

Peringatan terhadap Dominasi Perusahaan Teknologi dan Perkembangan Kecerdasan Buatan

Dalam bagian lain pidatonya, Sanders memperingatkan semakin besarnya pengaruh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlangsung tanpa pengaturan memadai.

Ia mengatakan bahwa perluasan pembangunan pusat data berpotensi memperburuk berbagai krisis lingkungan hidup.

Sementara itu, perkembangan kecerdasan buatan juga dinilai dapat menimbulkan ancaman terhadap privasi, demokrasi, dan kesehatan anak-anak.

Sanders turut menyinggung peringatan sejumlah pakar mengenai kemungkinan kecerdasan buatan berkembang melampaui kemampuan manusia dan akhirnya berada di luar kendali manusia.

Ketimpangan Ekonomi dan Konsentrasi Kekayaan

Sanders kemudian menyoroti semakin lebarnya kesenjangan ekonomi di Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa satu persen kelompok masyarakat terkaya memiliki kekayaan lebih besar dibandingkan gabungan kekayaan 93 persen masyarakat yang berada pada lapisan ekonomi terbawah.

Menurutnya, para direktur utama perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan keuntungan tinggi memperoleh pendapatan sekitar 350 kali lebih besar dibandingkan pekerja biasa.

Sanders juga menyatakan bahwa kurang dari 1.000 miliarder Amerika Serikat telah menambah kekayaan mereka sebesar 2,2 triliun dolar AS sepanjang tahun sebelumnya.

Sebaliknya, upah riil pekerja Amerika Serikat, setelah memperhitungkan inflasi, disebut sekitar 25 dolar AS per minggu lebih rendah dibandingkan 53 tahun sebelumnya.

Dengan mengutip perkiraan lembaga penelitian RAND Corporation, Sanders mengatakan bahwa selama beberapa dekade terakhir hampir 80 triliun dolar AS kekayaan telah berpindah dari 90 persen kelompok masyarakat berpenghasilan dan berkekayaan lebih rendah kepada kelompok masyarakat yang lebih kaya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas dan kemajuan teknologi belum menghasilkan peningkatan taraf hidup yang sebanding bagi para pekerja.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak keluarga Amerika Serikat kini membutuhkan penghasilan dari dua anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sanders Desak Partai Demokrat Membela Keluarga Pekerja

Pada akhir pidatonya, Sanders menyerukan agar Partai Demokrat melakukan perubahan dan menjadi partai yang benar-benar memperjuangkan kepentingan keluarga-keluarga pekerja. Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak boleh hanya mengandalkan kritik terhadap Donald Trump.

Menurutnya, partai tersebut harus mengambil langkah nyata untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, memperluas kesempatan kerja, serta mengatasi persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Amerika Serikat.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha