Menurut laporan kantor berita Abna, surat kabar New York Times mengutip tiga pejabat melaporkan bahwa Amerika secara mendadak mengeluarkan 12 pembom jenis B-1 miliknya dari pangkalan Fairford yang terletak di selatan Inggris.
Berdasarkan laporan ini, tiga pembom kemarin ditempatkan di pangkalan utama negara bagian Dakota Selatan. Kaburnya mendadak ini terjadi setelah meningkatnya kekhawatiran keamanan dan kemungkinan suatu operasi.
New York Times menambahkan bahwa semua pembom Amerika yang ditempatkan di pangkalan Fairford telah mendarat kembali di pangkalan utama mereka di Amerika. Pejabat Amerika menolak memberikan penjelasan tentang sifat faktor pemindahan pembom angkatan udara ini. Beberapa dari mereka selama hari-hari terakhir telah ditempatkan di pangkalan Fairford.
Seorang pejabat Amerika juga mengatakan bahwa informasi yang diperoleh adalah bagian dari peringatan yang sama tiga minggu sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa kasus Fairford dibuka sejak dini hari Minggu 27 September 2026 (5 Mehr 1405); ketika polisi Inggris menangkap lima warga negara ini di dekat pangkalan angkatan udara kerajaan Fairford. Topik ini awalnya diikuti dengan kecurigaan terkait bahan peledak dan kemudian dengan judul persiapan tindakan teroris, dan setelah itu, puluhan keluarga dievakuasi dari wilayah sekitar tempat tersebut.
Beberapa hari setelah insiden keamanan di dekat pangkalan Fairford Inggris, ketidakjelasan tentang dimensi insiden dan kesamaan waktunya dengan rencana yang menyebut nama Iran, telah mengubah kasus ini menjadi arena bagi pembentukan narasi keamanan baru.
Komentar Anda