Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Bersamaan dengan peringatan kelahiran Rasulullah SAW dan Imam Ja’far Shadiq as yang digelar di berbagai belahan dunia, komunitas Syiah Tanzania (TIC) juga memperingati momentum tersebut melalui sebuah acara besar di Lapangan Pipo, kawasan Kigogo Post, Dar es Salaam.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan, kasih sayang, dan kebersamaan Islam. Sejumlah tokoh agama dan politik, kaum beriman, serta masyarakat dari berbagai wilayah turut hadir.
Sebelum acara utama dimulai, digelar pula prosesi tradisional “Zaffah” di jalan-jalan kawasan Kigogo. Para peserta membacakan qasidah dan syair pujian kepada Rasulullah SAW serta melantunkan salawat sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi pembawa rahmat.
Syekh Hamid Jalalah, pemimpin tertinggi komunitas Syiah Tanzania (TIC), dalam prosesi Zaffah menjelaskan sejumlah ajaran utama Rasulullah SAW dan menekankan pentingnya menjadikan ajaran tersebut sebagai prinsip nyata dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Ia menyebut akhlak mulia sebagai salah satu karakter paling menonjol Rasulullah SAW. Dengan merujuk pada ayat:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
Syekh Hamid menegaskan bahwa mengikuti Rasulullah SAW tidak boleh berhenti pada ucapan semata, tetapi harus tampak dalam perilaku, cara berinteraksi dengan masyarakat, penghormatan kepada orang lain, serta pemeliharaan martabat manusia.
Ia juga menyebut kejujuran dan amanah sebagai sifat utama Rasulullah SAW. Mengingat Nabi dikenal dengan gelar al-Shadiq al-Amin, ia menekankan bahwa umat Islam harus membangun kehidupan mereka di atas kejujuran, menjaga amanah, serta menjalankan tanggung jawab dengan adil dan benar.
Syekh Hamid kemudian menekankan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan pandangan.
Menurutnya, perbedaan pendapat tidak semestinya berubah menjadi sumber kebencian, perpecahan, dan permusuhan. Perbedaan dapat dikelola melalui kebijaksanaan, dialog, dan sikap saling menghormati.
Ia juga menyebut persatuan Islam dan persatuan nasional sebagai bagian penting dari ajaran Rasulullah SAW serta menyerukan penguatan persaudaraan dan kerja sama di antara umat Islam tanpa memandang perbedaan mazhab.
Menurutnya, persatuan dan kerja sama di tengah masyarakat merupakan salah satu fondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Dalam bagian lain sambutannya, Syekh Hamid menyebut perdamaian sebagai salah satu warisan berharga Rasulullah SAW bagi umat manusia.
Ia menegaskan bahwa ajaran Nabi dapat menjadi pedoman bagi kaum Muslim maupun masyarakat luas dalam menyelesaikan perselisihan, mengurangi konflik, memperkuat solidaritas, dan membangun masyarakat yang damai serta stabil.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa memperingati kelahiran Rasulullah SAW tidak boleh hanya berhenti pada penyelenggaraan acara dan ritual keagamaan.
Menurutnya, peringatan Maulid harus disertai dengan pengamalan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari, sebab kejujuran, amanah, toleransi, persatuan, dan perdamaian dapat menjadi dasar bagi terbentuknya masyarakat yang lebih baik, adil, saling menghormati, dan penuh solidaritas.
Dalam acara tersebut turut hadir Deus Clement Sango, Menteri Negara pada Kantor Perdana Menteri Tanzania bidang Ketenagakerjaan, Lapangan Kerja, dan Hubungan Industrial.
Ia hadir mewakili tamu kehormatan acara, Dr. Mwigulu Lameck Nchemba, Perdana Menteri Republik Persatuan Tanzania.
Komentar Anda