29 Agustus 2026 - 23:47
Persatuan adalah Pilihan Keagamaan dan Kebangsaan bagi Seluruh Umat Islam

Syekh Ali Mahmoud Qaddour, Ketua Dewan Islam Alawi Lebanon, menegaskan bahwa persatuan antarmahzab merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh umat Islam. Ia menyatakan bahwa persatuan adalah pilihan keagamaan sekaligus kebangsaan, dan jika umat Islam ingin menghadapi unilateralisme para musuh, maka persatuan harus diwujudkan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 resmi dibuka pada Kamis pagi, 27 Agustus, di Teheran dengan dihadiri para ulama dan cendekiawan dari dalam dan luar negeri.

Dalam panel kedua acara pembukaan, Ketua Dewan Islam Alawi Lebanon menegaskan bahwa pembicaraan mengenai persatuan bukan sekadar slogan sesaat.

Menurutnya, persatuan merupakan salah satu prinsip nyata dalam Islam dan menjadi kebutuhan mendesak bagi dunia Islam, terutama dalam situasi sensitif saat ini.

Mengacu pada seruan Al-Qur’an agar umat berpegang teguh pada tali Allah dan menjaga persatuan, Syekh Qaddour mengatakan bahwa seluruh umat Islam adalah saudara dan harus berupaya memperkuat ikatan persaudaraan tersebut.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Islam ibarat satu tubuh yang tidak boleh membiarkan perpecahan tumbuh di antara mereka.

Syekh Qaddour kemudian menyinggung pandangan mendiang Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengenai persatuan. Ia mengatakan bahwa pemimpin tersebut senantiasa menekankan pentingnya membangun persatuan di antara seluruh umat Islam di dunia, mengingat umat Muslim memiliki Tuhan, Nabi, kiblat, dan kitab suci yang sama.

Ia melanjutkan bahwa persatuan tidak berarti seseorang harus meninggalkan keyakinan mazhabnya.

Menurutnya, meskipun terdapat perbedaan dalam fikih, umat Islam tetap harus memikirkan dan mewujudkan persatuan dalam praktik, karena menciptakan persatuan merupakan tanggung jawab moral bersama.

Ketua Dewan Islam Alawi Lebanon itu juga menegaskan bahwa ancaman paling berbahaya bagi umat Islam bukanlah perbedaan fikih di antara pengikut berbagai mazhab.

Menurutnya, yang lebih berbahaya adalah perpecahan di antara negara-negara Islam, karena kondisi tersebut akan membuka peluang bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan persatuan umat Muslim.

Ia menyerukan kepada para cendekiawan dan ulama di dunia Islam agar menjelaskan wajah Islam yang sebenarnya dan bekerja untuk mewujudkan persatuan secara konkret.

Syekh Qaddour mengatakan bahwa akal sehat juga menuntut umat Islam untuk menciptakan landasan bagi terwujudnya persatuan praktis.

“Kita harus menghidupkan kembali persatuan yang dahulu pernah ada di antara umat Islam dan mengembalikan Islam pada kedudukan sejatinya,” ujarnya.

Qaddour kembali menegaskan bahwa persatuan antarmahzab merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh umat Islam.

Ia mengatakan:

“Persatuan adalah pilihan keagamaan dan kebangsaan. Jika kita ingin menghadapi unilateralisme musuh, maka kita harus bergerak menuju persatuan.”

Di akhir pidatonya, ia menegaskan perlunya merumuskan sebuah inisiatif praktis untuk mewujudkan persatuan Islam dengan memanfaatkan pengalaman komunitas Syiah dan Sunni.

Ia juga menyerukan agar dialog Islam internasional dimasukkan ke dalam agenda bersama, serta pentingnya berpegang pada suatu rujukan global di dunia Islam untuk menghadapi sektarianisme.

Menurutnya, dalam pandangan mendiang Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, persatuan merupakan tanggung jawab besar yang berada di pundak seluruh umat Islam dan semua pihak harus merasa bertanggung jawab untuk mewujudkannya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha