24 Agustus 2026 - 12:16
Pemerintah Interim Suriah Konfirmasi Pertemuan Al-Shaibani dengan Kepala Mossad

Seorang sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengonfirmasi adanya pertemuan antara Menteri Luar Negeri Suriah dan Kepala Mossad yang berlangsung pada Minggu di Yordania.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Seorang sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengonfirmasi pertemuan Menteri Luar Negeri negara tersebut dengan Kepala Mossad yang berlangsung pada Minggu di Yordania.

Dalam keterangannya kepada kantor berita resmi Suriah, SANA, sumber diplomatik tersebut mengatakan bahwa delegasi tingkat tinggi Suriah yang mencakup kepala intelijen umum dan intelijen militer, dipimpin Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Asaad Hassan al-Shaibani, bertemu dengan delegasi tingkat tinggi Israel pada Minggu.

Menurut sumber tersebut, pertemuan itu berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat dan difasilitasi Yordania sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan serta mendukung stabilitas di Suriah dan kawasan.

Ia mengatakan pertemuan tersebut digelar setelah serangan udara terbaru Israel ke wilayah Suriah dan meningkatnya ketegangan di bagian selatan negara itu.

Pembicaraan difokuskan pada pembentukan mekanisme praktis untuk menghentikan serangan, operasi penangkapan, dan pengeboman Israel, serta menghidupkan kembali proses perundingan guna mencapai sebuah kesepakatan keamanan yang dapat menjadi landasan bagi kesepakatan yang lebih komprehensif pada masa mendatang.

Menurut sumber tersebut, pihak Suriah dalam pertemuan itu menegaskan bahwa Suriah merupakan negara merdeka yang memiliki hak penuh untuk membangun kembali dan mengembangkan tentara nasionalnya serta menentukan aliansi dan kemitraannya sesuai dengan kepentingan nasional.

Delegasi Suriah juga menegaskan penolakannya terhadap setiap pengaturan atau mekanisme yang dapat membatasi hak-hak kedaulatan tersebut.

Sumber itu menambahkan bahwa “pihak Suriah kembali menegaskan sikap tegasnya bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki merupakan wilayah Suriah.”

Namun, ia mengatakan pembahasan mengenai status akhir wilayah tersebut dan mekanisme untuk mencapainya masih terlalu dini pada tahap sekarang.

Sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah itu menegaskan bahwa prioritas mendesak saat ini adalah penarikan pasukan Israel ke garis posisi sebelum 8 Desember 2024, serta mengaktifkan kembali dan menerapkan secara penuh Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.

Menurutnya, pembicaraan juga membahas pentingnya mendukung stabilitas Suriah dan menjaga keamanan kawasan, termasuk upaya memperkecil ketegangan antara Turki dan Israel serta memastikan perselisihan antara kedua pihak tidak meluas ke wilayah Suriah.

Sumber tersebut mengatakan pertemuan difokuskan pada pengambilan langkah-langkah praktis untuk menurunkan ketegangan, sekaligus membahas kemungkinan kembali ke meja perundingan.

Damaskus menegaskan bahwa setiap pengaturan keamanan harus menghormati kedaulatan, integritas wilayah, dan hak-hak berdaulat Suriah.

Sebelumnya, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa Menteri Luar Negeri Suriah pada Minggu bertemu dengan Kepala badan intelijen Israel, Mossad, di Yordania.

Seorang sumber diplomatik dan seorang sumber pemerintah Suriah yang meminta identitas mereka dirahasiakan mengatakan kepada AFP bahwa dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri pemerintah interim Suriah Asaad al-Shaibani dan Kepala Mossad Roman Gofman membahas sejumlah isu.

Salah satu isu yang dibicarakan adalah pembentukan ruang operasi khusus di bawah pengawasan Amerika Serikat, dengan tujuan mencegah terjadinya bentrokan antara Suriah dan Israel maupun antara Israel dan Turki di dalam wilayah Suriah.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha