Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Donald Trump memulai perang terhadap Iran dengan bayangan bahwa negara itu akan menyerah tanpa syarat. Tetapi hasilnya justru berbalik. Iran tidak tunduk, dan kini Washington harus berhadapan dengan krisis Selat Hormuz serta tuntutan Teheran yang semakin berat.
“Kesepakatan dengan Oman bukan berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali.”
“Untuk membuka Selat Hormuz, Amerika harus mengubah perilakunya.”
Dua kalimat ini menjadi pernyataan yang berulang kali disampaikan pejabat Iran dalam beberapa hari terakhir terkait syarat pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran juga telah menetapkan enam syarat kepada Amerika Serikat sebagai imbalan atas pembukaan jalur laut vital tersebut.
CNN, saat menyoroti syarat-syarat itu, menegaskan bahwa Iran bukan hanya tidak menyerah, tetapi kini mengajukan tuntutan yang lebih luas dan lebih keras terkait Selat Hormuz.
Media Amerika tersebut juga menekankan bahwa kesepakatan terbatas yang sedang dibahas dengan Oman mengenai Selat Hormuz tidak berarti jalur vital itu akan dibuka kembali sesuai keinginan Washington.
Daftar Enam Syarat Iran
Pada Sabtu, Mohammad Bagher Zolghadr, mantan Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dan kini penasihat politik Pemimpin Republik Islam Iran, menyampaikan daftar tuntutan Iran kepada Amerika Serikat sebagai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ia menegaskan bahwa “perubahan perilaku Amerika” adalah syarat utama bagi dibukanya kembali jalur strategis tersebut. Enam syarat yang diajukan Iran adalah:
-
Amerika tidak boleh mengancam Iran dengan bahasa apa pun dan tidak boleh menghina hal-hal suci bangsa Iran.
-
Amerika harus mengakhiri perang dan agresi terhadap Iran serta sekutu-sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak untuk selamanya.
-
Amerika harus mencabut blokade laut dan menarik kekuatan militernya, baik laut maupun udara, dari sekitar Iran.
-
Amerika harus membayar seluruh kerugian akibat dua perang agresif dan dipaksakan terhadap Iran tanpa dikurangi sedikit pun.
-
Amerika harus mencabut sanksi-sanksi zalim dan ilegal terhadap bangsa Iran.
-
Amerika harus membebaskan tanpa syarat aset-aset rakyat Iran yang dibekukan dan dirampas.
Para pakar menilai syarat-syarat keras Iran ini menunjukkan bahwa Teheran berada di posisi unggul dalam perang melawan Amerika.
Mark Esper, Menteri Pertahanan pada periode pertama pemerintahan Trump, menegaskan bahwa syarat-syarat baru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz menunjukkan bahwa orang-orang Iran merasa memiliki posisi di atas angin dan meyakini bahwa mereka sedang menang. Menurutnya, memang demikian kenyataan yang kini dihadapi Amerika.
Ia menambahkan bahwa Iran sangat memahami posisinya dalam perundingan dan menyadari daya tekan yang dimilikinya melalui kendali atas Selat Hormuz.
Saat ini, menurut pengakuan berbagai media Amerika, Trump menghadapi penurunan besar cadangan persenjataan, sementara kelanjutan perang sama sekali tidak menguntungkan dirinya. Di sisi lain, media-media juga melaporkan adanya konsultasi di balik layar dari para jenderal senior Amerika kepada Trump agar mencari jalan “keluar” dari konflik dengan Iran.
Wall Street Journal pada Ahad menulis bahwa Presiden Amerika Serikat telah mengatakan kepada para penasihatnya bahwa ia mungkin hanya akan puas dengan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang dengan Iran tanpa kesepakatan nuklir.
Pernyataan ini datang dari sosok yang pada hari-hari awal perang meminta rakyat Iran untuk “menyerah”. Ia juga berkali-kali, setidaknya tujuh kali, terpaksa menarik kembali ancaman-ancamannya terhadap Iran.
Analis Al Jazeera, Mohammad Sharqawi, menilai bahwa Trump kini hanya mencari “jalan keluar yang terhormat” agar tidak terlihat sedang melarikan diri atau keluar dari pusaran konflik.
Saat ini, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, tidak ada perundingan langsung yang sedang berlangsung dengan Amerika. Yang terjadi hanyalah pertukaran pesan melalui para mediator.
Diplomat Iran itu menegaskan bahwa selama kebijakan Amerika dan blokade laut masih berlanjut, Selat Hormuz tidak akan menjadi jalur yang aman.
Komentar Anda