Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Gugurnya anak-anak Gaza pada masa yang disebut sebagai gencatan senjata menjadi perhatian dalam laporan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF.
UNICEF menyatakan bahwa dalam 300 hari sejak dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas, sedikitnya 300 anak di Gaza kehilangan nyawa. Angka ini berarti rata-rata satu anak tewas setiap hari.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa gencatan senjata ini gagal melindungi kelompok paling rentan dalam masyarakat Gaza.
Tala Abu Matar, anak perempuan berusia 9 tahun, bulan lalu tewas tertembak setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di dekat Deir al-Balah.
Gencatan senjata tidak mampu melindungi rakyat Gaza. Setiap dari 300 anak yang kehilangan nyawanya meninggalkan orang tua, saudara, dan teman-teman yang hancur karena duka kehilangan mereka.
Berlanjutnya serangan juga berarti bahwa anak-anak dan warga yang selamat masih terus berada dalam ancaman.
Komentar Anda