10 Juni 2026 - 11:37
Source: ABNA
Operasi baru perlawanan Lebanon: Tekanan lapangan terhadap rezim Zionis

Perlawanan Islam Lebanon dalam kelanjutan operasi lapangannya, dengan serangkaian serangan rudal, drone, dan menghadapi pergerakan darat tentara rezim Zionis, sekali lagi menunjukkan kemampuan operasional dan kesiapannya untuk menghadapi agresi.

Menurut laporan kantor berita Abna mengutip Al-Masirah, laporan-laporan dari perkembangan lapangan di perbatasan Lebanon dan Palestina yang diduduki menunjukkan bahwa pasukan perlawanan Islam Lebanon selama 24 jam terakhir telah melakukan serangkaian operasi terarah terhadap posisi dan pergerakan tentara rezim Zionis – operasi yang menunjukkan kelanjutan perang gesekan (perang atrisi) melawan rezim ini.

Menurut laporan ini, media Zionis melaporkan terjadinya bentrokan bersenjata setelah seorang pejuang perlawanan menyusup mendekati perbatasan utara Palestina yang diduduki. Menurut sumber-sumber ini, penyerang setelah melewati perbatasan terlibat bentrok dengan pasukan tentara rezim, yang menyebabkan penutupan sejumlah jalur dan dikeluarkannya perintah darurat bagi para pemukim di daerah perbatasan.

Dalam bidang pertahanan udara, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan drone pengintai rezim Zionis jenis Hermes 450 di langit Lebanon selatan dan memaksanya mundur – langkah yang dinilai sebagai indikasi peningkatan kemampuan perlawanan dalam menghadapi aktivitas udara rezim ini.

Pada saat yang sama, media rezim Zionis melaporkan sejumlah tentara rezim ini terluka akibat serangan drone penyerang milik Hizbullah. Juga setelah penyusupan drone ke langit Galilea Barat, sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah.

Dalam perkembangan lapangan darat, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan dengan rudal upaya maju sebuah unit lapis baja tentara rezim Zionis di salah satu poros perbatasan dan memaksanya mundur.

Your Comment

You are replying to: .
captcha