5 Juni 2026 - 19:31
Imam Khomeini adalah cahaya terang dunia masa kini / pemimpin syahid membawa bendera Imam Khomeini di pundaknya

Hujjat-ul-Islam wal-Muslimin Seyyed Sajid Ali Naqvi, ketua Majelis Ulama Syiah Pakistan, dalam pesannya pada peringatan 37 tahun wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra, menggambarkan Imam Khomeini ra sebagai "cahaya yang menyala dalam kegelapan dunia kontemporer" yang menunjukkan jalan kebebasan, kemandirian dan martabat bagi bangsa-bangsa Muslim dan kaum tertindas di dunia. Merujuk pada slogan “Baik Timur maupun Barat”, ia menegaskan bahwa Revolusi Islam mampu mengacaukan persamaan kekuatan Timur dan Barat serta memperkenalkan model baru kemandirian politik, budaya, dan agama kepada dunia.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Hujjatul-Islam Wal-Muslimin, Seyyed Sajid Ali Naqvi, ketua Dewan Ulama Syiah Pakistan, dalam pesan memperingati 37 tahun wafatnya pendiri Republik Islam Iran, menekankan: Imam Khomeini (RA) tidak hanya menyelamatkan bangsa Iran dari cengkeraman sistem kekaisaran yang korup dan tirani, tetapi juga, sebagai cahaya yang menyala dalam kegelapan dunia kontemporer, membuka jalan menuju kebebasan, kemandirian dan martabat. Ini menunjukkan negara-negara Muslim dan kaum tertindas di dunia.

Imam Khomeini; Salah satu tokoh ilmiah dan revolusioner paling terkemuka di dunia Islam

Pesan ini menyatakan: Imam Khomeini (RA) adalah salah satu tokoh ilmiah dan revolusioner paling terkemuka di dunia Islam yang mampu membimbing umat Islam ke arah yang benar dengan menggunakan pengetahuan, kesadaran, wawasan keagamaan yang mendalam dan kehadiran aktif di bidang tindakan. Dengan memimpin Revolusi Islam, beliau menampilkan gambaran Islam yang nyata, hidup dan ideal kepada dunia dan menunjukkan contoh praktis pemerintahan berdasarkan nilai-nilai Islam. Sebuah model yang dampak dan keberkahannya masih dapat dilihat di seluruh dunia Islam.

Beliau menambahkan: Hari ini kita memperingati tiga puluh tujuh tahun wafatnya Imam Khomeini (RA) dalam situasi di mana musuh-musuh Islam, khususnya Zionisme dan arogansi global, telah melakukan banyak upaya untuk melawan arus Revolusi Islam. Dengan syahidnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam yang meneruskan jalan dan pemikiran Imam Rahel, mereka mengira dapat mencegah penyebaran dan pengaruh Revolusi Islam, namun atas izin Tuhan, revolusi ini melanjutkan jalannya dengan wibawa, bermartabat dan dinamisme, dan cita-citanya tetap hidup dan menginspirasi.

Merujuk pada karakteristik moral dan pendidikan Imam Khomeini, cendekiawan terkemuka Pakistan ini mencatat: Imam Rahal, terinspirasi oleh cara dan metode para nabi ilahi, mencoba membangkitkan bakat, nilai-nilai spiritual, dan kapasitas yang tersembunyi dalam diri manusia. Dari awal perjuangannya hingga saat-saat terakhir kehidupan terhormatnya, beliau selalu hadir di medan aksi dan sebagai seorang reformis sosial dan agama yang hebat, beliau memikul tanggung jawab memimpin masyarakat.

Beliau menyebutkan: Imam Khomeini (RA) memimpin bangsa besar Iran menuju martabat, kemandirian dan kepercayaan diri dengan kepemimpinannya yang bijaksana dan tujuan ilahi yang luhur serta memenuhi tugas-tugas pentingnya dengan cara terbaik. Kehidupannya yang subur dan penuh perjuangan memberikan pesan kepada bangsa-bangsa bahwa dengan memperkuat semangat percaya diri, kemauan untuk bertransformasi dan melawan dominasi, maka plot kekuatan arogan dapat digagalkan dan landasan bagi kemajuan dan kebanggaan bangsa dapat diberikan.

Pada bagian lain risalahnya, Ketua Majelis Ulama Syiah Pakistan menyatakan: Kehebatan kepribadian Imam Khomeini tidak terbatas pada kepemimpinan Revolusi Islam Iran. Ketika beliau membebaskan bangsa Iran dari sistem kekaisaran yang lama, korup dan bergantung, beliau muncul sebagai obor yang menyala-nyala dan memberi inspirasi di tingkat dunia. Saat itu, hanya sedikit orang yang membayangkan bahwa gerakan independen dapat terbentuk di luar kekuatan Timur dan Barat dan meraih kemenangan. Namun Revolusi Islam Iran, dengan slogannya “Baik Timur maupun Barat”, mampu mengubah persamaan ini dan memperkenalkan model baru kemandirian politik, budaya dan agama kepada dunia.

Islam; Sistem yang komprehensif dan lengkap untuk mengelola masyarakat

The head of Pakistan's Shia Ulema Council has also pointed to the intellectual and political achievements of Imam Khomeini (RA) and stated: After the establishment of the Islamic system based on the ideas of Imam Rahal, many propagandas and doubts raised about the inability of Islam to manage society and government were discredited. Imam Khomeini (RA) memaparkan teori otoritas agama dan terbentuknya pemerintahan Islam, dan secara praktis membuktikan bahwa Islam bukan sekedar agama agama, melainkan suatu sistem yang menyeluruh dan utuh dalam mengatur kehidupan individu dan sosial masyarakat dalam segala dimensi.

Dia menekankan: Pengalaman sukses Republik Islam menunjukkan bahwa Islam memiliki rencana dan solusi untuk semua bidang kehidupan, mulai dari politik dan ekonomi hingga budaya, keadilan sosial dan hubungan internasional. Oleh karena itu, berbagai bangsa dan masyarakat dapat belajar cara menghadapi penindasan, kolonialisme dan ketidakadilan dengan memanfaatkan pemikiran dan ajaran Imam Khomeini (RA) dan mempersiapkan landasan bagi pembebasan kaum tertindas dan tertindas di dunia.

Hojjat al-Islam wal-Muslimeen Seyyed Sajid Ali Naqvi telah menyatakan di bagian akhir: Kepribadian, pemikiran dan warisan Imam Khomeini masih menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara bebas di dunia, dan seiring berjalannya waktu, berbagai aspek pemikiran dan gerakannya menjadi lebih jelas. Saat ini, untuk mencapai martabat, persatuan, kemandirian dan keadilan, dunia Islam perlu lebih dari sebelumnya mengambil manfaat dari ajaran dan cita-cita pemimpin besar Tuhan tersebut.

Your Comment

You are replying to: .
captcha