1 Juni 2026 - 22:07
Source: ABNA
"Ar-Riyadh": Bahaya Perang Lebanon Mengancam Seluruh Kawasan dan Dunia

Sebuah surat kabar Saudi menulis bahwa perkembangan di Lebanon menimbulkan keraguan serius tentang tatanan internasional, dan bahayanya melampaui arena domestik dan regional serta menargetkan tatanan internasional.

Menurut kantor berita ABNA, surat kabar Saudi "Ar-Riyadh" – media resmi pemerintahan Saudi – dalam sebuah laporan yang merujuk pada perkembangan di Lebanon menulis: "Apa yang kita saksikan hari ini di Lebanon selatan memunculkan pertanyaan serius tentang masa depan sistem internasional."

Surat kabar tersebut mencatat bahwa perluasan operasi militer rezim Zionis di dalam wilayah Lebanon dan penguasaan posisi-posisi strategis di selatan negara tidak dapat dianggap sebagai 'perkembangan keamanan sementara', melainkan harus dianggap sebagai peristiwa politik dengan dimensi yang terkait dengan konsep kedaulatan nasional dan hak negara untuk mengelola wilayah mereka jauh dari tekanan militer.

Menurut tulisan surat kabar tersebut, kredibilitas negara tidak hanya diukur dari kemampuan mereka melindungi perbatasan, tetapi juga dari sejauh mana komunitas internasional menghormati perbatasan tersebut dan tidak membiarkan kekuatan militer menjadi alat untuk memaksakan realitas baru.

Surat kabar tersebut berpendapat bahwa bahaya dari perkembangan di Lebanon adalah bahwa agresi militer antar negara tidak hanya mempengaruhi kedua belah pihak yang bertikai, tetapi juga merusak aturan yang mengatur hubungan internasional. Mengabaikan kedaulatan negara membuka jalan bagi krisis yang lebih banyak lagi dan melemahkan kepercayaan pada sistem hukum internasional yang diciptakan untuk mencegah konflik dan mencegah pemaksaan kehendak dengan kekuatan senjata.

"Ar-Riyadh", dengan menekankan bahwa masalah Lebanon bukan hanya masalah domestik atau regional, menyatakan bahwa perkembangan ini adalah bagian dari perdebatan internasional yang lebih luas tentang masa depan keamanan dan stabilitas di dunia di mana tantangan dan konflik terus meningkat.

Your Comment

You are replying to: .
captcha