Menurut kantor berita ABNA mengutip Al-Mayadeen, situs Zionis "Srogim" mengungkapkan bahwa badan-badan keamanan tentara Zionis telah mengeluarkan peringatan kepada pejabat tinggi permukiman dan pimpinan politik rezim ini. Peringatan ini muncul setelah keputusan kabinet politik dan keamanan Tel Aviv untuk menyetujui pendirian dan penataan status sekitar 40 permukiman baru di Tepi Barat.
Berdasarkan laporan koresponden jaringan "i24 News", tentara Zionis telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan mampu menyediakan perlindungan yang memadai untuk permukiman Zionis baru dalam jangka waktu yang wajar.
Laporan ini menjelaskan bahwa peringatan ini didasarkan pada perkiraan operasional yang menunjukkan bahwa jika terjadi serangan terhadap salah satu permukiman dari desa-desa Palestina tetangga, pasukan keamanan rezim Zionis akan membutuhkan waktu lama untuk mencapai lokasi dan memberikan bantuan medis dan operasional.
Laporan ini juga menyebutkan bahwa otoritas militer secara langsung menghubungi perwakilan pemukim dan meminta evakuasi beberapa titik permukiman karena kekhawatiran keamanan yang terkait dengan titik-titik tersebut.
Menurut sumber-sumber yang mengetahui, tokoh-tokoh terkemuka pemukim Zionis di Tepi Barat menolak permintaan tentara rezim ini dan bersikeras untuk mempertahankan titik-titik tersebut apa adanya.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Tepi Barat, bersamaan dengan terus meluasnya permukiman dan perbedaan pendapat di dalam lingkaran keamanan rezim Zionis mengenai kemampuan untuk menjamin keamanan permukiman baru dan mencegah terjadinya operasi baru yang mirip dengan operasi 7 Oktober.
Tentara rezim Zionis mengakui bahwa melindungi permukiman Zionis baru di Tepi Barat sangatlah sulit.
Your Comment