Menurut kantor berita ABNA mengutip jaringan Russia Today, Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki, setelah selesainya pertemuan kabinet di Istana Kepresidenan di Ankara, menegaskan: "Perang 28 Februari (9 Esfand) Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menempatkan kawasan di tepi jurang dan ambang kekacauan serta ketidakteraturan absolut."
Ia mengatakan: "Saat ini, volume pasti kehancuran akibat serangan AS dan Israel ke Iran masih belum dapat diperkirakan."
Erdoğan menambahkan: "Guncangan dari krisis ini masih terus berlanjut dan mewujud dalam kenaikan tajam harga, terutama di sektor energi."
Presiden Turki menyatakan: "Api perang ini meskipun tidak secara langsung melanda kita, tetapi asapnya menyakiti mata kita."
Ia menegaskan: "Dengan mengambil sikap tenang, mantap, bermartabat, dan rasional, kita mampu melawan konspirasi yang berusaha melibatkan Turki ke dalam perang ini."
Mengenai masalah Palestina, Erdoğan juga menegaskan bahwa Turki akan berdiri di samping Palestina melawan agresi-agresi Israel ini sampai akhir.
Presiden Turki di akhir mengingatkan bahwa di saat dunia saat ini telah mengglobal dan krisis serta konflik melanda semua negara dan semua pihak tanpa kecuali, dalam kondisi seperti ini tidak ada negara yang dapat menutup matanya terhadap peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di dunia.
Presiden Turki dengan pidato pedasnya menguraikan konsekuensi menghancurkan dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, serta agresi Zionis baru-baru ini di Gaza.
Your Comment