Menurut koresponden ABNA yang mengutip China Daily, sementara ketegangan di kawasan terus berlanjut, puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz dengan menerapkan protokol manajemen yang ditetapkan oleh Iran.
Berdasarkan laporan ini, sejumlah kapal termasuk kapal-kapal milik China dengan koordinasi yang dilakukan dan dalam kerangka peraturan manajemen lalu lintas di jalur air strategis ini telah melintasi Selat Hormuz; sebuah langkah yang menunjukkan peran penting Iran dalam manajemen lalu lintas maritim di jalur vital ini.
Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran juga dalam sebuah pernyataan mengumumkan: Setelah permintaan dari pihak China dan kesepakatan mengenai protokol manajemen selat, sejumlah kapal negara ini menerima izin untuk melintasi jalur ini, dan proses persilangan mereka telah dimulai sejak semalam.
Meskipun demikian, tingkat lalu lintas kapal masih dinilai lebih rendah dari tingkat normal sebelum terjadinya ketegangan. Sebelumnya, rata-rata sekitar 140 kapal per hari melintasi Selat Hormuz, tetapi angka ini sekarang telah menurun. Pada saat yang sama, Iran telah mengumumkan bahwa hingga saat ini lebih dari 30 kapal telah diberi lampu hijau untuk melintasi selat ini.
Laporan menunjukkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz dengan menerapkan protokol manajemen Iran, meskipun tingkat lalu lintas laut masih lebih rendah dari sebelumnya.
Your Comment