Menurut koresponden ABNA yang mengutip Financial Times, sementara risiko melintasnya kapal tanker di Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi salah satu kekhawatiran utama industri transportasi maritim, rencana usulan Amerika untuk mengasuransikan kapal yang melintasi jalur air strategis ini masih belum mencapai tahap implementasi.
Surat kabar tersebut melaporkan mengutip dua sumber terinformasi bahwa program yang dirancang pemerintah Amerika untuk memberikan perlindungan asuransi kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz, meskipun sekitar dua bulan telah berlalu sejak pengumuman resminya, masih belum digunakan. Sebelumnya Donald Trump telah menyatakan bahwa Washington siap memberikan perlindungan asuransi untuk melintasnya kapal melalui jalur energi vital ini.
Berdasarkan laporan ini, nilai nominal rencana ini bisa mencapai hingga 225 miliar dolar, tetapi menurut pialang asuransi, persyaratan yang rumit dan pelaksanaannya yang bergantung pada pengawalan angkatan laut Amerika telah membuat banyak pemilik kapal enggan menggunakan mekanisme ini.
Financial Times melaporkan bahwa rencana Amerika untuk mengasuransikan kapal yang melintasi Selat Hormuz, meskipun ada propaganda luas, masih belum dioperasionalkan.
Your Comment