Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Al-Mayadeen, pertemuan para menter luar negeri Uni Eropa yang rencananya akan diadakan Senin depan di Brussel, ibu kota Belgia, telah memasukkan serangkaian tindakan hukuman yang mungkin dijatuhkan terhadap rezim Zionis ke dalam agendanya. Tindakan ini dilakukan setelah negara-negara Eropa menunjukkan kritik keras terhadap kebijakan permukiman dan situasi yang memburuk di wilayah pendudukan Palestina.
Berdasarkan laporan dari sumber media Zionis, pertemuan ini akan mengkaji rencana bersama Prancis dan Swedia yang bertujuan untuk memberlakukan bea cukai atas barang-barang yang diimpor dari permukiman Zionis yang terletak di Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan yang diduduki, dan Yerusalem Timur.
Jaringan Kan milik rezim Zionis dalam laporannya mengutip para diplomat Israel bahwa kemungkinan rencana ini disetujui "tinggi" dan alasan hal ini adalah kemarahan yang meningkat di Eropa atas perluasan permukiman, kekerasan pemukim, dan undang-undang kontroversial rezim Zionis yang mengabaikan nilai-nilai dasar dan hak asasi manusia yang tercantum dalam perjanjian kemitraan dengan Uni Eropa.
Persetujuan rencana ini tidak memerlukan konsensus 27 negara, tetapi persetujuan "mayoritas yang memenuhi syarat" sudah cukup untuk pengesahannya.
Di sisi lain, Michael Mann, duta besar Uni Eropa untuk wilayah pendudukan, menyatakan bahwa peningkatan signifikan permukiman adalah "garis merah" bagi Uni Eropa. Ia menekankan bahwa Brussel sedang mengkaji tindakan lebih lanjut untuk memberikan tekanan pada kabinet rezim Zionis agar mengubah kebijakannya, terutama mengenai permukiman dan agresi berkelanjutan terhadap Jalur Gaza.
Eropa Mengkaji Sanksi terhadap Ben-Gvir dan Smotrich
Bersamaan dengan tindakan ekonomi, Uni Eropa sedang mengkaji pengenaan sanksi terhadap Itamar Ben-Gvir dan Betzalel Smotrich, menteri keamanan dalam negeri dan keuangan kabinet rezim Zionis yang termasuk menteri paling ekstrem di Israel dan pendukung paling keras perluasan permukiman di wilayah pendudukan serta tindakan kekerasan terhadap warga Palestina.
Beberapa hari yang lalu, lebih dari 400 mantan menteri, duta besar, dan pejabat tinggi Eropa, dalam surat terbuka kepada para pemimpin Uni Eropa, menuntut "tindakan segera" terhadap perluasan ilegal permukiman rezim Zionis di Tepi Barat yang diduduki melalui proyek E1.
Di tengah meningkatnya kemarahan Eropa atas perluasan permukiman di Tepi Barat, para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Senin akan mengkaji pengenaan bea cukai atas barang-barang Zionis dan sanksi terhadap beberapa menterinya.
Your Comment