Menurut laporan kantor berita Abna, Mohammad Baqer Ghalibaf, Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen), menulis di akun media sosialnya: "Persamaan baru Selat Hormuz sedang menguat. Keamanan pelayaran dan transit energi telah dibahayakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya dengan melanggar gencatan senjata dan memberlakukan blokade; tentu saja kejahatan mereka akan berkurang. Kami tahu betul bahwa kelanjutan situasi saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat; padahal kami bahkan belum memulainya."
Ketua Parlemen dengan menyatakan bahwa persamaan baru Selat Hormuz sedang menguat, mengatakan: Kelanjutan situasi saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat, dan kejahatan mereka akan berkurang.
Your Comment