Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Konferensi Kedua “Persatuan Penyair” di kota Abuja berakhir dengan pidato Syekh Ibrahim Zakzaky. Dalam acara tersebut, Syekh Zakzaky menyampaikan penjelasan tentang kedudukan luhur Ahlulbait Nabi saw. Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarah, banyak upaya dilakukan untuk meredupkan dan menyembunyikan keutamaan serta kedudukan mereka.
Dengan menyinggung peran bimbingan mazhab Ahlulbait as, ia menegaskan, “Berpegang teguh pada mazhab ini adalah jalan untuk meraih kemuliaan dan kemenangan bagi umat Islam. Keteguhan dan keberhasilan Iran hari ini, dalam tingkat yang besar, berutang pada ketegaran dalam menempuh jalan dan ajaran Ahlulbait as, meskipun menghadapi berbagai tekanan dan upaya luas untuk melawannya.”
Ia juga membandingkan upaya-upaya tersebut dengan langkah-langkah yang pada masa awal Islam dilakukan oleh kaum Yahudi, Nasrani, dan orang-orang munafik untuk melenyapkan Islam pada masa Rasulullah saw. Ia menambahkan, “Hari ini pun, contoh-contoh dari persekutuan serupa dapat dilihat dalam menghadapi arus perlawanan, khususnya Republik Islam Iran.”
Pada bagian lain pidatonya, Pemimpin Gerakan Islam Nigeria itu menyinggung peran penting puisi dan seni dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan sosial. Ia menyatakan bahwa puisi termasuk salah satu sarana efektif untuk membangun kesadaran dan mengarahkan opini publik dalam masyarakat.
Dengan mengingatkan peran para penyair pada masa Rasulullah saw, ia meminta para penyair dan aktivis budaya agar memanfaatkan kapasitas puisi untuk pencerahan, menghadapi konspirasi, dan menggagalkan upaya-upaya yang berusaha memecah belah kaum Muslim dengan mengobarkan perbedaan etnis.
Di bagian akhir, Syekh Zakzaky menegaskan bahwa meskipun terdapat keragaman etnis di tengah kaum Muslim, agama Islam berada di atas etnisitas dan harus menjadi poros persatuan serta solidaritas umat Islam.
Your Comment