Menurut laporan kantor berita ABNA, jaringan televisi Al-Mayadeen dalam sebuah artikelnya menekankan bahwa Amerika Serikat tidak lagi dipandang sebagai mitra negosiasi yang dapat diandalkan, bukan karena penurunan kekuasaan, tetapi karena hilangnya "kredibilitas, kontinuitas, dan disiplin kelembagaan." Kebijakan luar negeri negara ini, terutama dalam periode terakhir, telah bergerak dari jalur kelembagaan dan diplomatik menuju keputusan yang personal, berubah-ubah, dan terkadang kontradiktif. Penggantian proses yang terorganisir dengan pernyataan sporadis dan bermuatan media telah menyebabkan ketidakstabilan dalam pesan dan komitmen.
Media Arab ini menambahkan: Di masa lalu, bahkan diplomasi informal pun beroperasi dalam kerangka kelembagaan yang stabil, tetapi kini peran institusi seperti Kementerian Luar Negeri telah melemah dan kesenjangan manajemen yang luas telah tercipta. Proses ini telah mengarah pada erosi "memori kelembagaan" dan berkurangnya kemampuan AS untuk mempertahankan komitmen jangka panjang. Keluar dari perjanjian seperti JCPOA dan traktat kontrol senjata telah memperburuk ketidakstabilan ini dan mengirimkan pesan yang jelas kepada negara-negara lain: Kesepakatan dengan AS mungkin bersifat sementara dan tergantung pada pergantian pemerintahan.
Al-Mayadeen menulis: Akibatnya, negara-negara telah beralih ke jalur alternatif, seperti mediasi kekuatan regional atau kesepakatan di luar kerangka Washington. Diplomasi AS semakin mirip dengan "pertunjukan politik" daripada proses yang nyata. Tren ini adalah tanda kemunduran kemampuan suatu kekuatan besar dalam mengubah pengaruh menjadi hasil yang berkelanjutan.
Your Comment