24 April 2026 - 21:14
Source: ABNA
Hezbollah: Perpanjangan gencatan senjata di bawah bayang-bayang kelanjutan pembantaian oleh Zionis tidak bermakna

Hezbollah Lebanon mengumumkan bahwa perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu di Lebanon oleh Trump, di tengah berlanjutnya pembantaian oleh Zionis di selatan Lebanon, sama sekali tidak bermakna.

Menurut laporan agensi berita Abna yang mengutip Russia Today, Ali Fayyad, anggota parlemen Lebanon dari fraksi Setia pada Perlawanan, mengkritik pengumuman Donald Trump, presiden Amerika Serikat, mengenai perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan rezim Zionis selama tiga minggu yang terjadi kemarin.

Fayyad dalam pernyataannya menyatakan bahwa gencatan senjata ini, di bawah bayang-bayang kelanjutan tindakan permusuhan rezim Zionis termasuk pembunuhan, pemboman, dan penembakan di berbagai wilayah Lebanon dan kelanjutan pembantaian yang menghancurkan di desa-desa perbatasan, adalah tidak bermakna.

Ia menambahkan bahwa tekad musuh bahwa hak untuk bertindak bebas tidak bertentangan dengan gencatan senjata, berarti tekad Tel Aviv dan Washington untuk berusaha mengembalikan keseimbangan sebelum 2 Maret.

Fayyad menambahkan bahwa deklarasi ini mewajibkan Lebanon untuk mematuhi gencatan senjata, sementara tidak ada kewajiban yang dibebankan pada pihak Zionis. Ini tidak dapat diterima oleh Perlawanan dan akan ditentang.

Ia juga menekankan bahwa setiap agresi rezim Zionis terhadap tujuan apa pun di Lebanon, hak untuk memberikan respons yang seimbang tetap milik Perlawanan.

Anggota parlemen Hezbollah ini mencatat bahwa formula yang diusulkan lebih buruk lagi, dan promosinya hanya merupakan topeng untuk membenarkan negosiasi langsung dan mempercepat proses antara musuh Zionis dan pemerintah Lebanon.

Your Comment

You are replying to: .
captcha