mengutip dari Al-Alam, upacara tersebut dihadiri oleh keluarga, anak-anak, dan aktivis masyarakat sipil, dan para peserta memegang tas sekolah di tangan mereka, menyatakan solidaritas mereka dengan para korban insiden tersebut.
Para Penyelenggara menggambarkan protes tersebut sebagai upaya untuk mengutuk para pelaku peristiwa yang memilukan ini, menjaga ingatan para korban tetap hidup, dan menarik perhatian publik pada dimensi kemanusiaan dari tragedi ini.
Pawai ini dimulai di distrik Lange Voorhout di kota La Haye, Den Haag dan kembali ke titik awal setelah melewati distrik Turnuvelveld dan Lange Pfeifferberg. Sepanjang perjalanan, keheningan dan kehadiran anak-anak yang begitu banyak memberikan suasana yang sangat emosional pada acara tersebut.
Salah satu ciri khas upacara tersebut adalah kepemimpinan simbolis pawai oleh anak-anak, yang menurut penyelenggara, dilakukan dengan tujuan mengajarkan konsep empati, mengenang, dan tanggung jawab sosial kepada generasi mendatang.
Pada bagian akhir upacara, para hadirin menghormati kenangan para siswa yang meninggal dengan membacakan nama-nama mereka dan menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut, hukuman bagi para pelaku, dan terwujudnya keadilan bagi para korban.
Your Comment