Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Para imam Jumat dan ulama Muslim Georgia dalam pernyataan tersebut menyatakan bahwa sejarah telah menunjukkan para wali Allah dan tokoh-tokoh inspiratif ilahi tidak pernah goyah di jalan kebenaran. Keberlanjutan sikap teguh inilah yang menjadi landasan terbentuknya poros perlawanan di kawasan—sebuah poros yang kini membentang dari Palestina dan Gaza hingga Irak, Suriah, Yaman, dan Republik Islam Iran—yang telah menghalangi terwujudnya secara penuh tujuan-tujuan hegemonik musuh di Timur Tengah.
Para penandatangan pernyataan menegaskan bahwa jika poros perlawanan tidak ada, kekuatan-kekuatan agresor akan dengan mudah mencapai kehendaknya di kawasan. Menurut mereka, kesinambungan garis perjuangan antara kebenaran dan kebatilan yang dimulai oleh para nabi ilahi, hari ini berlanjut dalam bentuk perlawanan Islam.
Dalam bagian lain pernyataan itu, Ali Khamenei diperkenalkan sebagai pemimpin religius-politik umat Islam dan pelindung kaum tertindas. Disebutkan pula bahwa musuh-musuh Islam selama bertahun-tahun berupaya melemahkan jalur ini dari dalam dan luar, serta dengan memanfaatkan alat media, jejaring sosial, dan teknologi modern, menargetkan iman dan tekad kaum beriman.
Para imam Jumat Georgia, dengan menyinggung perkembangan beberapa tahun terakhir, menekankan bahwa dukungan nyata poros perlawanan Islam kepada rakyat Gaza—yang mayoritas adalah Ahlusunah—merupakan fakta yang tak terbantahkan. Menurut mereka, pengorbanan pasukan perlawanan dan kesyahidan para pemimpin terkemuka seperti Sayyid Hasan Nasrallah, Sayyid Safi al-Din, serta para pemimpin Hamas termasuk Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh, telah menyingkap wajah sejati poros ini bagi dunia Islam.
Selanjutnya, pernyataan tersebut menyinggung perang media terhadap Iran dan menyebut rumor tentang meninggalkan negara atau “pelarian” Pemimpin Revolusi sebagai kebohongan terang-terangan media yang berafiliasi dengan Zionisme. Ditegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Revolusi berdiri di sisi rakyat pada hari-hari tersulit perang yang dipaksakan terhadap Iran, dan hari ini pun rumor semacam itu sama sekali tidak berlandaskan kenyataan.
Para imam Jumat Georgia juga menyebut Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengorganisasian terorisme dan kekerasan di kawasan. Mereka menyatakan bahwa jutaan manusia tak bersalah di Suriah, Irak, Gaza, Afghanistan, dan Yaman telah menjadi korban kebijakan intervensi Barat dan rezim Zionis.
Pada bagian penutup pernyataan ditegaskan bahwa setiap ancaman, intimidasi, atau tindakan terhadap Pemimpin Republik Islam Iran akan menghadapi respons tegas dari para pengikut dan pendukung beliau di seluruh dunia. Hari ini, setiap Muslim yang sadar berkewajiban menyatakan sikapnya secara jelas dan berdiri di samping marja‘ keagamaan serta para pemimpin yang telah teguh melawan imperialisme global.
Pernyataan ini ditutup dengan ayat Al-Qur’an: “Dan mereka membuat tipu daya, dan Allah pun membalas tipu daya mereka; dan Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya.”
Your Comment