Menurut laporan koresponden ABNA, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam, dalam pertemuan dengan komunitas pekerja dan sektor produksi, menyampaikan pidato mengenai konsep syahid dan perjuangan (mujahadah). Beliau mengatakan: "Kesyahidan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari gerakan yang rasional, bertanggung jawab, dan sadar. Jalan ini adalah pilihan sadar antara kenyamanan sesaat dan perjuangan keras demi cita-cita luhur kemanusiaan dan ketuhanan."
Ghalibaf, merujuk pada tingkatan kesyahidan, menjelaskan: "Seorang syahid, sebelum mencapai derajat kesyahidan, telah menang dalam tingkatan 'jihad pengambilan keputusan' dan dengan tekad baja meninggalkan kehidupan yang mencari aman demi jalan kebenaran dan melawan kezaliman. Sebagaimana ditegaskan oleh Syahid Soleimani, seseorang harus menjadi 'syahid' dalam kehidupan materialnya sebelum meraih kesyahidan."
Ketua Parlemen lebih lanjut mengenang jasa Jenderal Haji Qasem Soleimani dengan menyatakan: "Haji Qasem mengajarkan kita bahwa kehadiran di medan laga tidak hanya berarti mengangkat senjata di arena militer; melainkan perjuangan hari ini adalah kelanjutan dari semangat Pertahanan Suci dan front perlawanan di semua bidang penyadaran dan keteguhan melawan musuh."
Dalam bagian lain pidatonya, beliau menyinggung tentang perang yang dipaksakan dan berkata: "Pada beberapa hari terakhir perang 12 hari, rezim Zionis memohon gencatan senjata. Kenyataan ini menunjukkan kekuatan dan perlawanan bangsa Iran terhadap penjajah."
Ghalibaf menekankan: "Hari ini kita semua menyaksikan bagaimana musuh bergerak, namun kita harus mempertahankan metode dan jalan yang telah kita tempuh selama Pertahanan Suci dan front perlawanan. Kita pernah merasakan penindasan dalam perang melawan rezim Ba'ath Irak, namun pengalaman tersebut mengajarkan kita bahwa keteguhan dan perlawanan adalah satu-satunya cara untuk membela nilai-nilai dan cita-cita Revolusi Islam."
Mengenai masalah ekonomi, Ghalibaf menambahkan bahwa pemerintah dan parlemen berupaya memberikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat, meningkatkan upah pekerja sesuai dengan tingkat inflasi, serta berkomitmen untuk mengendalikan fluktuasi mata uang asing guna menjaga daya beli masyarakat.
Your Comment