Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Al Jazeera, Pierre de Villiers, mantan Kepala Staf Gabungan militer Prancis, mengatakan: "Sudah jelas bahwa Ukraina tidak mampu meraih kemenangan militer atas Rusia."
Ia menegaskan bahwa oleh karena itu, kedua belah pihak yang bertikai di Ukraina harus bergerak menuju perdamaian yang adil dan menyelesaikan perselisihan wilayah melalui dialog. Mantan pejabat tinggi Prancis tersebut juga menilai pentingnya memberikan jaminan yang cukup kepada Ukraina untuk mencegah pecahnya kembali konflik.
De Villiers menambahkan: "Saya berharap negosiasi perdamaian Ukraina membuahkan hasil karena tidak ada solusi militer untuk konflik ini."
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa Moskow akan sepenuhnya mematuhi kesepakatan apa pun mengenai penghentian konflik, dan jaminan keamanan diperlukan baik bagi Rusia maupun Ukraina.
Your Comment