Menurut Kantor Berita ABNA, Syeikh Qais Al Khazali terkait Jenderal Soleimani mengatakan, meski Jenderal Soleimani menduduki posisi tinggi dan penting, namun ia sangat sederhana dan rendah hati saat berinteraksi dengan para pejuang kubu perlawanan.
Seperti dikutip TV Al Mayaaden, Qais Al Khazali menuturkan, di hari ketika kota-kota Irak jatuh ke tangan teroris, Jenderal Soleimani meninggalkan semuanya, dan dalam beberapa jam sudah tiba di bandara Baghdad.
Terkait pertempuran di Tikrit dan Fallujah, Sekjen Asaib Ahl Al Haq menerangkan, Syahid Soleimani menggunakan kemampuan yang dimiliki Iran untuk membantu Irak. Ia mencintai Irak, dan membelanya, dan karena Irak, ia menghadapi bahaya.
"Syahid Soleimani dan Abu Mahdi Al Muhandis gugur karena tipu muslihat Trump dan Netanyahu, ini bukan peristiwa biasa, tapi momen bersejarah dan kunci yang dampaknya akan tetap ada," ujarnya.
Syeikh Al Khazali menegaskan, sekarang Trump harus memikirkan untuk menjaga keselamatan dirinya setelah keluar dari Gedung Putih. (HS)
342/