Menurut Kantor Berita ABNA, Kianush Jahanpur di akun Twitternya menulis, vaksin Covid-19 pertama Iran, berhasil mendapatkan kelayakan etik dalam penelitiannya dari Komite Etik Nasional Iran.
Ia menambahkan, vaksin non-aktif dari perusahaan Shafa Pharmed, sebagai vaksin Corona pertama Iran, setelah mendapatkan kelayakan etik, secara praktis masuk ke fase uji klinis.
Menkes Iran, Saeed Namaki baru-baru ini mengatakan, tidak lama lagi Iran akan menjadi salah satu negara yang mengalami kemajuan dalam produksi vaksin Corona di dunia.
342/